Probolinggo
SURYA
indonesia.Net
Ahad 18 oktober 2026
Pentingnya persiapan matang bagi jemaah calon haji dan Umroh melalui manasik bertempat di miniatur kakbah pentar kabupaten probolinggo merupakan kesempatan berharga bagi jemaah untuk memahami tahapan-tahapan ibadah secara benar sesuai tuntunan pembimbing.
Dalam hal ini, disampaikan, oleh Pimpinan
Dari KBIHU SAFARA Tour And Travel
H. Syaful Bahri.SH, dalam melaksanakan Manasik harus betul betul memahami praktek yang sangat mendalam begitu sudah sampai di tanah suci, dan salalu memegang amanah di dalam melaksanakan kewajiban untuk membimbing jemaah nya.
Pelayanan Haji dan Umrah menekankan pentingnya kesiapan jemaah secara menyeluruh mulai dari pemahaman manasik berbekal Surah Al-Fatihah hingga kesiapan fisik dan mental sampai pemberangkatan.
Untuk itu jemaah Haji dan Umrah terus terus memahami dengan program bimbingan agar calon jemaah haji dan Umroh,memahami setiap rukun serta wajib haji tanpa harus selalu bergantung pada pendamping. “Ujarnya.”
Jamaah Haji dan Umroh dari Dari KBIHU SAFARA Tour And Travel mengucapkan atau menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pimpinan dan jajaran serta pendamping jamaah KBIHU SAFARA Tour And Travel, yang telah melaksanakan bimbingan manasik kepada kami dan jamaah yang lain. KBIHU SAFARA Tour And Travel, untuk kedepan dan seterusnya tetep jaya serta tambah sukses.” tuturnya.”
Pimpinan ,Dari KBIHU SAFARA Tour And Travel
H. Syaful Bahri.SH, menyampaikan bahwa selain sebagai bentuk pengabdian kepada Allah SWT, pelaksanaan ibadah haji dan Umroh juga menjadi momentum untuk mempererat ukhuwah Islamiyah, memperkuat persatuan dan persaudaraan sesama jemaah, khususnya jamaah dari KBIHU SAFARA Tour And Travel,
“Sebelum berangkat ke Tanah Suci Mekkah Al-Mukarramah, kita harus mempersiapkan diri secara matang dan teratur, baik secara material maupun ilmu pengetahuan. Dengan persiapan yang baik, insyaallah kita akan memperoleh haji dan Umroh yang mabrur dan maqbul, yang diridhai Allah SWT,” ujarnya.
Lebih lanjut, Pimpinan KBIHU SAFARA Tour And Travel, menekankan lima tertib yang harus diperhatikan oleh seluruh jemaah calon haji dan Umroh. “Kami berharap seluruh jemaah dapat menjaga kesehatan, mengatur pola makan, memanfaatkan waktu istirahat dengan baik, serta tidak membawa barang yang melebihi ketentuan maupun barang terlarang,” pesannya.”
Seluruh jamaah Haji dan Umroh yang ikut serta dalam kegiatan manasik ini sangat antusias sekali, mereka bersemangat dan bersungguh sungguh mengikuti semua tahapan nya.
Sebelum melakukan kegiatan simulasi manasik ini, para jamaah dibekali dengan teori teori tentang ibadah haji dan Umroh. terutama Haji adalah salah satu rukun Islam yang nomer lima.
Menunaikan ibadah haji adalah bentuk ritual tahunan bagi kaum muslim yang mampu secara material, fisik, maupun keilmuan dengan berkunjung ke beberapa tempat di Arab Saudi dan melaksanakan beberapa kegiatan pada satu waktu yang telah ditentukan yaitu pada bulan Dzulhijjah. Secara estimologi (bahasa), Haji berarti niat (Al Qasdu), sedangkan menurut syara` berarti Niat menuju Baitul Haram dengan amal-amal yang khusus.
Temat-tempat tertentu yang dimaksud dalam definisi diatas adalah selain Ka`bah dan Mas`a (tempat sa`i), juga Padang Arafah (tempat wukuf), Muzdalifah (tempat mabit), dan Mina (tempat melontar jumroh). Sedangkan yang dimaksud dengan waktu tertentu adalah bulan-bulan haji yaitu dimulai dari Syawal sampai sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah. Amalan ibadah tertentu ialah thawaf, sa`i, wukuf, mazbit di Muzdalifah, melontar jumroh, dan mabit di Mina.
Pelaksanaan ibadah haji disebut ifrad jika sesorang melaksanakan ibadah haji dan umroh dilaksanakan secara sendiri-sendiri, dengan mendahulukan ibadah haji. Artinya, ketika calon jamaah haji mengenakan pakaian ihram di miqat-nya, hanya berniat melaksanakan ibadah haji. Jika ibadah hajinya sudah selesai, maka orang tersebut mengenakan ihram kembali untuk melaksanakan ibadah umroh.
Pelaksanaan ibadah haji disebut Tamattu` jika seseorang melaksanakan ibadah umroh dan Haji di bulan haji yang sama dengan mendahulukan ibadah Umroh. Artinya, ketika seseorang mengenakan pakaian ihram di miqat-nya, hanya berniat melaksanakan ibadah Umroh.
Jika ibadah Umrohnya sudah selesai, maka orang tersebut mengenakan ihram kembali untuk melaksanakan ibadah Haji. Tamattu` dapat juga berarti melaksanakan ibadah Umroh dan Haji didalam bulan-bulan serta didalam tahun yang sama, tanpa terlebih dahulu pulang ke negeri asal.
Pelaksanaan ibadah Haji disebut Qiran jika seseorang melaksanakan ibadah Haji dan Umroh disatukan atau menyekaliguskan berihram untuk melaksanakan ibadah haji dan umrah. Haji Qiran dilakukan dengan tetap berpakaian ihram sejak miqat makani dan melaksanakan semua rukun dan wajib haji sampai selesai, meskipun mungkin akan memakan waktu lama. Ihram Thawaf Ziyarah (disebut juga dengan Thawaf Ifadhah) Sa`ie Wuquf di padang Arafah
Apabila salah satu rukun haji di atas tidak dilaksanakan maka hajinya batal. Sedangkan Abu Hanifah berpendapat bahwa rukun haji hanya ada 2 yaitu: Wuquf dan Thawaf. Ihram dan Sa`I tidak dimasukkan ke dalam rukun karena menurut beliau, ihram adalah syarat sah haji dan sa`I adalah yang wajib dilakukan dalam haji (wajib haji). Sementara Imam syafi`ie berpendapat bahwa rukun haji ada 6 yaitu: Ihram, Thawaf, Sa`ie, Wuquf, Mencukur rambut, dan Tertib berurutan).
Ihram dimulai dari miqat yang telah ditentukan
Wuquf di Arafah sampai matahari tenggelam Mabit di Mina Mabit di Muzdalifah hingga lewat setengah malam Melempar jumrah Mencukur rambut Tawaf Wada`
Syarat – Syarat Wajib Haji Islam, Berakal, Baligh,Mampu Semoga setelah mengikuti kegiatan praktek ibadah manasik ini, banyak ilmu yang terserap oleh Jamaah sehingga kelak dapat berguna di kemudian hari, dan juga semoga mereka dapat pergi ke tanah suci untuk melaksanakan ibadah haji dan Umroh yang sesungguhnya.” pungkasnya.”
( Yib-mas )

























