Tabanan, Surya Indonesia.net – Warga di Kabupaten Tabanan kelimpungan mencari bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite pada senin ( 12/10/2026 ). Hal ini terjadi karena sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) kehabisan stok Pertalite. Antrean kendaraan di beberapa lokasi menuju titik SPBU tidak terhindarkan.
Kondisi tersebut terpantau di sejumlah SPBU di wilayah Kecamatan Tabanan dan Kediri. Antrean kendaraan roda dua maupun roda empat tampak memadati area pengisian hingga meluber ke jalan raya. Salah satu titik antrean terlihat di SPBU Jalan Gatot Subroto, kawasan Sanggulan, Kecamatan Kediri, hingga senin sore.
Kosongnya pasokan Pertalite membuat warga harus berkeliling dari satu SPBU ke SPBU lainnya. Bahkan, ada warga yang mendatangi empat SPBU sejak pagi hingga siang hari, tetapi tetap tidak mendapatkan BBM bersubsidi tersebut.
Salah satunya dialami I Wayan Ega Antara, warga Banjar Pasekan Belodan, Desa Dajan Peken, Kecamatan Tabanan. Dia mengaku mulai berburu Pertalite sekitar pukul 10.30 WITA. Namun, upayanya mendatangi SPBU di kawasan Pesiapan, Grogak, dan Sanggulan di Jalan Bypass Ir. Soekarno, Desa Banjar Anyar, hingga Jalan Gatot Subroto belum membuahkan hasil.
“Sudah empat SPBU saya datangi, Pertalite kosong. Dari lokasi yang saya datangi, hanya ada Solar,” ungkap Ega.
Situasi ini membuat Ega kebingungan lantaran mobilnya hendak digunakan untuk perjalanan ke Kabupaten Karangasem pada Senin (12/10/2026). Kendaraan tersebut dibutuhkan untuk mengantar keluarga menghadiri keperluan upacara pernikahan adik sepupunya.
Dia mengatakan, upaya mencari Pertalite tidak hanya dilakukan oleh dirinya. Sang paman bahkan sudah berangkat lebih awal, sekitar pukul 09.00 WITA, untuk mencari BBM di sejumlah SPBU.
Pencarian tersebut dilakukan agar persiapan dan keberangkatan keluarga ke Karangasem tidak terkendala. Di rumah, anggota keluarga perempuan juga tengah bergotong royong menyiapkan banten dan berbagai perlengkapan upacara adat.
“Rencananya mobil mau dipakai besok. Kami juga sedang menyiapkan banten dan sarana upacara lainnya bersama keluarga. Jadi, kami sama-sama berusaha mencari BBM supaya semua bisa berjalan lancar,” tuturnya.
Namun, hingga mendatangi SPBU terakhir di Jalan Gatot Subroto, Ega tetap tidak mendapatkan Pertalite. Dia akhirnya memilih kembali ke rumah karena bahan bakar yang dibutuhkan tidak tersedia. “Ini yang terakhir di Gatot Subroto. Karena tidak ada, ya balik pulang,” tegasnya.
Antrean panjang dan kosongnya stok Pertalite di sejumlah SPBU tersebut membuat warga harus mengeluarkan waktu dan tenaga ekstra untuk mendapatkan bahan bakar. Hingga senin petang ini , warga masih terlihat mengantre di sejumlah titik, sementara sebagian lainnya memilih berpindah SPBU untuk mencari Pertalite.
( red)

























