
Denpasar, Surya Indonesia.net – Sosok Ida Pandita Mpu Jaya Yoga Dharmika merupakan figur yang memiliki perjalanan hidup penuh perjuangan, dedikasi, dan pengabdian panjang bagi masyarakat Bali, baik dalam bidang pendidikan, pariwisata, maupun spiritual.
Lahir di Karangasem pada 13 November 1944, beliau tumbuh di masa-masa sulit saat Indonesia masih berada dalam situasi penjajahan. Kenangan masa kecil yang paling membekas adalah ketika Pelabuhan Padang Bai dibom, sehingga dirinya bersama keluarga harus mengungsi ke kawasan perbukitan di Bukit Nganta, Karangasem untuk menyelamatkan diri.
Pendidikan formal beliau dimulai pada tahun 1952 di Desa Ulakan dan Kecamatan Manggis, Karangasem, kemudian melanjutkan pendidikan di SMP Negeri Karangasem (1958–1961) dan SMA Negeri Denpasar (1961–1964).
Selepas SMA, beliau melanjutkan pendidikan ke Surabaya dengan cita-cita menjadi bagian dari Angkatan Laut. Meski sempat menempuh pendidikan di Fakultas Hukum Universitas Airlangga serta pendidikan kemaritiman, keinginannya bergabung dengan Angkatan Laut urung terwujud karena tidak mendapat restu dari orang tua.
Selama menempuh pendidikan di Surabaya, beliau mulai mendalami meditasi dan latihan spiritual. Saat itu pula beliau memperoleh petunjuk spiritual bahwa kelak akan menjalani tugas besar sebagai seorang penglingsir.

Setelah menyelesaikan pendidikan pada tahun 1968, beliau kembali ke kampung halaman di Ulakan sebelum akhirnya merantau ke Denpasar pada 1969. Di Denpasar, beliau sempat menjadi tenaga pengajar di UNMAR, namun memilih mengundurkan diri karena tidak ingin terlibat dalam tekanan politik praktis.
Pada masa penanganan dampak bencana erupsi Gunung Agung, beliau turut ambil bagian dalam distribusi bantuan logistik melalui tugas bersama Angkatan Laut. Kepercayaan yang diberikan sejumlah pimpinan kala itu membawanya terlibat sebagai sekretaris yayasan dan sekretaris sekolah dalam pendirian AMI Bali, yang kemudian berkembang menjadi salah satu sekolah maritim terbaik di Indonesia.
Perjalanan kariernya di sektor pariwisata dimulai dari bawah, mulai sebagai pemandu wisata hingga akhirnya mendirikan usaha transportasi dan perjalanan wisata.
Pada tahun 1978, beliau mendirikan PT Bali Transport, yang berkembang pesat melayani wisatawan domestik maupun mancanegara. Perjuangannya merintis usaha travel di tengah sulitnya proses perizinan akhirnya membuahkan hasil, hingga melahirkan Citra Karya Wisata pada tahun 1986.
Selain dikenal sebagai pelaku usaha pariwisata, beliau juga aktif dalam organisasi profesi. Tahun 1982, beliau terpilih sebagai Sekretaris Jenderal Bali Guide Association periode 1982–1986, sebelum dipercaya menjadi Ketua periode 1986–1992, yang kemudian bertransformasi menjadi Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI).
Di bidang spiritual, perjalanan pengabdiannya dimulai sejak tahun 1973, saat dipercaya menggantikan sang ayah sebagai pemangku.
Dedikasi spiritual tersebut terus berkembang hingga beliau aktif dalam kepemangkuan tingkat provinsi sejak 2006, bergabung dalam Maha Gotra Pasek Sanak Sapta Rsi (MGPSSR) pada 2008, dikukuhkan sebagai Ida Bawati pada 2015, dan pada 2016 resmi menjadi Pendeta Hindu (Sulinggih) dengan nama Bhiseka
Ida Pandita Mpu Jaya Yoga Dharmika
Kini beliau tinggal di Griya Mudika Sari, Renon, Denpasar Selatan, dan terus aktif memberikan pembinaan spiritual kepada masyarakat, khususnya dalam bidang perwatakan, keharmonisan rumah tangga, kecocokan pasangan, perkawinan, dan pembinaan kehidupan bagi umat Hindu.
Perjalanan panjang Ida Pandita Mpu Jaya Yoga Dharmika menjadi inspirasi nyata tentang ketekunan, kerja keras, dan pengabdian yang mampu melahirkan manfaat besar bagi masyarakat Bali lintas generasi.
(Irn)

























