Denpasar, Surya Indonesia.net – Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Piek Budyakto mendampingi Kepala Staf Angkatan Darat (KASAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, M.Sc. dalam kunjungan kerja di wilayah Provinsi Bali, Jumat (22/5/2026), bertempat di Rumah Jabatan Gubernur Bali Jaya Sabha, Jl. Surapati No.1, Desa Dangin Puri Kauh, Kecamatan Denpasar Utara, Kota Denpasar.
Kunjungan kerja tersebut dilaksanakan dalam rangka rapat koordinasi dan peninjauan lokasi Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) serta calon lokasi PSEL terbaru di wilayah Provinsi Bali bersama Pemerintah Provinsi Bali.
Dalam kegiatan tersebut, KASAD didampingi para Pejabat Utama TNI AD dan Staf Kementerian Koordinator Bidang Pangan RI. Turut hadir Gubernur Bali I Wayan Koster, Danrem 163/Wira Satya, para Asisten Kasdam IX/Udayana, Walikota Denpasar, Bupati Badung, Kepala Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup Provinsi Bali, serta Kapendam IX/Udayana.
Kedatangan KASAD beserta rombongan disambut langsung oleh Gubernur Bali di halaman Rumah Jabatan Gubernur Bali, sebelum selanjutnya menuju Gedung Kertha Sabha untuk mengikuti rapat dan paparan terkait penanganan sampah di Bali.
Dalam sambutannya, Gubernur Bali I Wayan Koster menyampaikan ucapan selamat datang kepada KASAD beserta rombongan yang telah tiba di Bali dalam keadaan aman dan lancar. Gubernur juga memaparkan berbagai persoalan sampah yang menjadi tantangan serius bagi Bali sebagai destinasi pariwisata dunia dan pusat kebudayaan nasional.
Menurutnya, Bali dituntut mampu menjaga kebersihan, kelestarian lingkungan, serta keberlanjutan ekosistem di tengah meningkatnya volume sampah yang dihasilkan masyarakat dan sektor pariwisata.
Gubernur Bali turut menjelaskan perkembangan proyek pengelolaan sampah menjadi energi listrik yang saat ini masih berada pada tahap pembangunan dan diperkirakan berlangsung selama 18 bulan. Proyek tersebut ditargetkan mulai beroperasi pada Desember 2027 sebagai solusi jangka panjang dalam mengatasi permasalahan sampah sekaligus mendukung ketahanan energi di Bali.
“Saya menegaskan bahwa pembangunan PSEL harus dilakukan secara transparan, akuntabel, dan melibatkan partisipasi masyarakat. Aspirasi masyarakat sekitar harus didengar dan menjadi bagian penting dalam proses perencanaan maupun pelaksanaan proyek ini. Yang kami upayakan selama ini adalah menertibkan pengelolaan sampah mulai dari rumah tangga,” ujar Gubernur Wayan Koster.
Sementara itu, KASAD Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, M.Sc. menyampaikan bahwa TNI AD siap mendukung pengelolaan sampah melalui metode pirolisis yang dinilai efektif dan ramah lingkungan.
KASAD menjelaskan sejumlah keunggulan metode tersebut, di antaranya tidak memerlukan investasi pemerintah, proses pengolahan sampah yang relatif cepat, ditargetkan dapat beroperasi pada April 2027, tidak membutuhkan subsidi pemerintah, serta menggunakan teknologi ramah lingkungan tanpa emisi terbuka.
Selain itu, TNI AD juga siap membantu mendukung sistem pengambilan dan pengelolaan sampah di wilayah Bali guna mempercepat penanganan persoalan sampah secara terpadu.
Dalam paparannya, KASAD juga menyampaikan beberapa hal yang diperlukan untuk mendukung implementasi program tersebut, di antaranya dukungan prosedur administrasi, penyediaan lahan sekitar 5 hektare untuk kapasitas pengolahan 100 ton sampah per hari, jaminan penjualan solar hasil pengolahan sebagai sumber energi terbarukan, serta kerja sama berkelanjutan selama 30 tahun.
Pada kesempatan yang sama, Staf Kementerian Koordinator Bidang Pangan RI, Ibu Neni, turut memaparkan pentingnya pengelolaan sampah berbasis sumber sesuai Pergub Bali Nomor 47 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber.
Dalam pemaparannya dijelaskan bahwa pemilahan sampah organik, plastik bernilai ekonomis, dan limbah rumah tangga harus dilakukan sejak dari sumbernya. Sampah organik seperti sisa makanan, daun, buah, dan sayuran dapat diolah menjadi kompos, pupuk cair, maupun budidaya maggot atau Black Soldier Fly (BSF).
Lebih lanjut disampaikan bahwa penggunaan teknologi PSEL dan pengolahan sampah menjadi BBM terbarukan dinilai mampu membantu mengurangi kondisi kedaruratan sampah di kawasan Denpasar Raya, termasuk mengurangi beban Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Suwung.
Provinsi Bali juga telah ditetapkan sebagai salah satu lokasi pilot project teknologi pirolisis bersama beberapa kota besar lainnya seperti Jakarta, Surabaya, Bekasi, Bandung, Bogor, dan Semarang, yang pelaksanaannya akan didukung oleh TNI AD bersama tim terpadu lintas kementerian dan lembaga.
Kegiatan tersebut menjadi langkah strategis dalam memperkuat sinergi antara TNI AD, Pemerintah Daerah, dan kementerian terkait dalam mewujudkan sistem pengelolaan sampah modern, terpadu, dan berkelanjutan demi menjaga kelestarian lingkungan serta mendukung Bali sebagai destinasi pariwisata dunia yang bersih dan sehat.
( red)

























