
NGAWI,Suryaindonesia.net – Warga Dusun Belut, Desa Semen, Kecamatan Paron, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, mengeluhkan bau tak sedap yang berasal dari peternakan bebek yang beroperasi di dekat permukiman. Bau menyengat mulai tercium sejak beberapa bulan terakhir dan menimbulkan kekhawatiran warga akan potensi gangguan kesehatan.
“Sangat bau, sampai saya harus menutup hidung kalau lewat. Saya khawatir ada virus yang bisa menular,” ujar salah satu warga yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan, Senin (18/05/2026).
Tim media yang mendatangi lokasi menemukan kandang diduga berkapasitas besar dengan sekitar 1.500 ekor bebek petelur. Lokasi kandang berada berdekatan dengan permukiman warga dan bangunannya tidak tertutup sempurna.
Pengelola peternakan mengakui usaha tersebut baru berjalan sekitar empat bulan. Ia mengatakan akan menaburkan dolomit untuk mengurangi bau.
“Baru empat bulan, nanti ditaburi dolomit biar nggak bau,” ujarnya saat ditemui di lokasi.
Pantauan di lapangan menunjukkan sumber bau diduga berasal dari limbah kandang yang mengalir ke saluran air dan melewati area pemukiman. Kondisi saluran di sekitar lokasi tercium bau menyengat yang kuat. Selain itu, sejumlah pekerja terlihat tidak menggunakan alat pelindung diri (APD), sehingga dikhawatirkan menjadi jalur penularan penyakit ke keluarga mereka.
Saat dikonfirmasi, pengelola mengaku belum mengetahui adanya pemeriksaan dari Dinas Kesehatan maupun Dinas Lingkungan Hidup terkait kesehatan ternak dan dampak lingkungan.
Warga berharap pemerintah daerah segera melakukan pengecekan dan penanganan agar potensi penularan penyakit serta gangguan kesehatan dan kenyamanan dapat diantisipasi. Hingga berita ini diturunkan, kepala Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) setempat belum dapat dikonfirmasi. (Tim)

























