Breaking News

DIDUGA JANGGAL, SURAT Undangan KLARIFIKASI SATRESKRIM POLRESTA SIDOARJO TERKAIT JUAL BELI TANAH DIPERTANYAKAN

Jumat, 8 Mei 2026 - 17:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SIDOARJO,suryaindonesia.net– Polemik dugaan sengketa jual beli tanah di Dusun Duran RT 20 RW 05, Kelurahan Sidokepung, Kecamatan Buduran, Kabupaten Sidoarjo, kembali menjadi sorotan publik setelah muncul surat undangan klarifikasi dari Satreskrim Polresta Sidoarjo kepada Sdri. Mulyati selaku pihak pembeli tanah yang mengatasnamakan anaknya, Yudistiro Abdan Syakura.

Tanah tersebut diketahui milik Fadil selaku penjual. Namun di tengah proses yang disebut telah selesai secara kekeluargaan antara penjual dan pembeli, justru berkembang isu dugaan sengketa yang dinilai sengaja dihembuskan oleh pihak tertentu hingga memicu polemik berkepanjangan di lingkungan masyarakat.

Turmiko Hari Karjadi selaku pihak yang mendampingi pembeli bersama Agus Hariyanto selaku tim pendamping menegaskan bahwa persoalan jual beli tanah tersebut sebenarnya telah selesai dan tidak ada konflik antara kedua belah pihak.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Penjual dan pembeli sudah ada titik temu dan terselesaikan dengan baik. Tidak ada permasalahan apa pun. Jadi kalau ada isu sengketa, itu tidak benar atau hoaks,” tegas Turmiko kepada awak media, Jumat (08/05/2026).

Namun demikian, pihaknya mengaku terkejut setelah muncul surat undangan klarifikasi dari Satreskrim Polresta Sidoarjo dengan dasar Surat Perintah Penyelidikan Nomor: SP.Lidik/1058/III/RES.1.24./2026/Satreskrim.

Turmiko menilai isi surat tersebut menimbulkan tanda tanya besar karena dalam undangan klarifikasi sudah dicantumkan sejumlah pasal pidana terkait dugaan tindak pidana perumahan dan permukiman.

“Saya merasa ada yang janggal. Ini undangan klarifikasi, tetapi di dalamnya sudah dicantumkan pasal-pasal pidana. Kalau sudah bicara pasal pidana, seharusnya jelas siapa pelapornya,” ujarnya.

Selanjutnya, Turmiko Hari Karjadi juga menyoroti kinerja penyidik yang dinilainya terkesan tidak profesional dan tidak sesuai kode etik dalam menjalankan proses penyelidikan.

“Kami hanya meminta kejelasan dan keterbukaan. Jangan sampai masyarakat dibuat bingung dengan proses klarifikasi yang terkesan tidak transparan. Aparat penegak hukum seharusnya bekerja profesional dan sesuai kode etik,” tambahnya.

Lebih lanjut, Turmiko mengaku mendatangi kantor Satreskrim Polresta Sidoarjo pada Rabu (06/05/2026) untuk meminta penjelasan terkait dasar undangan klarifikasi tersebut. Namun sejumlah nama yang tercantum dalam surat maupun tim penyidik disebut tidak dapat ditemui.

Mereka di antaranya:

Ipda Dheni Hartanto, S.H.

Kanit Idik V Tipidek Satreskrim Polresta Sidoarjo, IPTU H. M. Sahat Radot Siburian, S.Tr.K., M.H.

AKP Achmad Doni Meidianto, S.T.K., S.I.K., M.H., selaku Waka Penyidik Satreskrim Polresta Sidoarjo.

Turmiko menyebut dirinya juga telah mencoba menghubungi pihak-pihak tersebut melalui sambungan WhatsApp guna meminta penjelasan terkait isi surat klarifikasi yang ditujukan kepada Sdri. Mulyati, namun hingga saat itu belum mendapatkan jawaban.

“Tujuan saya hanya ingin meminta penjelasan terkait surat penyelidikan dan undangan klarifikasi itu. Tapi saat datang ke kantor, pihak yang ingin saya temui tidak ada di tempat,” katanya.

Turmiko bahkan menduga ada pihak tertentu yang sengaja memperkeruh situasi hingga muncul dugaan laporan dan pemanggilan klarifikasi terhadap Mulyati.

“Intinya saya sudah mengetahui siapa biang kerok masalah ini. Ada dugaan oknum berinisial HR yang disebut-sebut merupakan staf aparat desa ikut membuat gaduh persoalan ini,” geramnya.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak Satreskrim Polresta Sidoarjo belum memberikan keterangan resmi terkait dasar penyelidikan maupun dugaan adanya laporan dalam perkara tersebut tanpa pelapor. (*)

Berita Terkait

Pelepasan Jamaah Haji Tabanan 2026 Berlangsung Khidmat, Wujud Sinergi dan Doa untuk Keselamatan Jamaah
DPRD Kota Probolinggo tengah menyoroti anggaran rumah tangga rumah dinas (rumdin) Wali Kota dan Wakil Wali Kota yang dinilai fantastis.
Dishub Badung Bakal “Sikat” Parkir Liar Besar-besaran, Kawasan Wisata Kuta Jadi Target Utama!
Pembentukan DPRT PSI Sidoarjo Capai 85 Persen
*Peningkatan Kualitas Pelayanan SKCK Polda Bali Demi Wujudkan Polri Presisi*  
*Antisipasi Gangguan Kamtibmas Polsek Penebel Patroli Subuh*  
*Blue Light Patrol Polres Tabanan Sisir Titik Rawan, Antisipasi Aksi Kejahatan 3C Saat Warga Terlelap*  
*Personel Polsek Baturiti Laksanakan Pembersihan dan Pemilahan Sampah di Mako*  

Berita Terkait

Jumat, 8 Mei 2026 - 17:52 WIB

DIDUGA JANGGAL, SURAT Undangan KLARIFIKASI SATRESKRIM POLRESTA SIDOARJO TERKAIT JUAL BELI TANAH DIPERTANYAKAN

Jumat, 8 Mei 2026 - 17:31 WIB

Pelepasan Jamaah Haji Tabanan 2026 Berlangsung Khidmat, Wujud Sinergi dan Doa untuk Keselamatan Jamaah

Jumat, 8 Mei 2026 - 17:19 WIB

DPRD Kota Probolinggo tengah menyoroti anggaran rumah tangga rumah dinas (rumdin) Wali Kota dan Wakil Wali Kota yang dinilai fantastis.

Jumat, 8 Mei 2026 - 17:16 WIB

Dishub Badung Bakal “Sikat” Parkir Liar Besar-besaran, Kawasan Wisata Kuta Jadi Target Utama!

Jumat, 8 Mei 2026 - 17:11 WIB

Pembentukan DPRT PSI Sidoarjo Capai 85 Persen

Jumat, 8 Mei 2026 - 17:02 WIB

*Peningkatan Kualitas Pelayanan SKCK Polda Bali Demi Wujudkan Polri Presisi*  

Jumat, 8 Mei 2026 - 17:00 WIB

*Antisipasi Gangguan Kamtibmas Polsek Penebel Patroli Subuh*  

Jumat, 8 Mei 2026 - 16:58 WIB

*Blue Light Patrol Polres Tabanan Sisir Titik Rawan, Antisipasi Aksi Kejahatan 3C Saat Warga Terlelap*  

Berita Terbaru

Sosial

Pembentukan DPRT PSI Sidoarjo Capai 85 Persen

Jumat, 8 Mei 2026 - 18:20 WIB