Breaking News

Makna Tumpek Landep Menurut Ida Sire Mpu Sura Dharma Jnana: Penyucian Benda Tajam hingga Ketajaman Pikiran

Selasa, 28 April 2026 - 14:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Klungkung, Surya Indonesia.net – Hari Raya Tumpek Landep yang diperingati setiap enam bulan sekali, tepatnya pada Saniscara Kliwon Wuku Landep, memiliki makna mendalam bagi umat Hindu. Hal ini disampaikan oleh Ida Sire Mpu Sura Dharma Jnana dari Griya Taman Amrta Sari, Desa Dawan Kaler, Kecamatan Dawan, Kabupaten Klungkung, dalam wawancara terkait esensi spiritual perayaan tersebut.

Menurut Ida Sire Mpu, Tumpek Landep merupakan momentum untuk memuja manifestasi Tuhan sebagai Betara Brahma Pasupati. “Landep itu artinya runcing. Pada hari ini dilakukan penyucian terhadap benda-benda berbahan besi dan bersifat tajam, seperti keris. Tujuannya agar memiliki kekuatan, karena sesuatu yang suci diyakini menjadi kuat dan sakti,” jelasnya.

Ia menambahkan, penyucian ini tidak hanya ditujukan pada benda, tetapi juga pada diri manusia. Menurutnya, kesucian merupakan sumber kekuatan energi spiritual. “Orang yang suci diyakini memiliki kekuatan. Karena itu, Tumpek Landep juga menjadi momen untuk menyucikan diri,” ujarnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Lebih lanjut dijelaskan, dalam ajaran Hindu terdapat makna menajamkan kecerdasan melalui pemujaan kepada Sang Hyang Brahma Pasupati. Ketajaman tersebut diibaratkan seperti benda runcing yang disucikan. “Dengan memuja beliau, umat diharapkan memiliki ketajaman pikiran dan kemampuan menjalani kehidupan dengan lebih baik. Secara nyata, umat juga memohon kesehatan jasmani dan rohani,” ungkapnya.

Di Griya Taman Amrta Sari, praktik spiritual juga dilakukan melalui praven atau perapian yang menjadi simbol api sebagai wujud Betara Brahma. Api melambangkan energi dan kekuatan, dengan warna merah sebagai simbolnya yang juga dikaitkan dengan sinar matahari. Banyak umat datang untuk memohon tirta atau air suci, termasuk mereka yang menghadapi berbagai persoalan kehidupan.

Ia juga menegaskan bahwa Tumpek Landep tidak hanya dirayakan oleh kalangan pande, tetapi oleh seluruh umat Hindu dari berbagai profesi. Bahkan profesi seperti dokter turut melakukan pemujaan agar alat-alat yang digunakan memiliki nilai guna tinggi sekaligus kekuatan secara spiritual.

Sebagai penutup, Ida Sire Mpu mengingatkan bahwa dalam ajaran Hindu, Tuhan dimuliakan melalui berbagai manifestasi. Setiap hari suci memiliki makna pemujaan kepada dewa yang berbeda. Ia mencontohkan Buda Cemeng Klawu sebagai hari pemujaan Dewi Sri Rambut Sedana sebagai simbol kemakmuran.

Ia juga menjelaskan konsep Dewata Nawa Sanga, yaitu sembilan dewa penjuru mata angin yang menjaga keseimbangan alam semesta, masing-masing dengan warna simbolisnya: di timur Dewa Iswara (putih), tenggara Dewa Maheswara (dadu), selatan Dewa Brahma (merah), barat daya Dewa Rudra (jingga), barat Dewa Mahadewa (kuning), barat laut Dewa Sangkara (hijau), utara Dewa Wisnu (hitam), timur laut Dewa Sambhu (abu-abu), dan di tengah Dewa Siwa (pancawarna).

Melalui perayaan Tumpek Landep, umat diharapkan tidak hanya menjalankan ritual, tetapi juga mampu menyucikan diri, menajamkan kecerdasan, serta memperkuat energi spiritual dalam kehidupan sehari-hari.

 

(Irn)

Berita Terkait

Bhabinkamtibmas Desa Dauh Puri Kangin Laksanakan Patroli dan Sambang Wilayah  
Jaga Kondusifitas, Polsek Denpasar Barat Sambangi Gudang Rongsokan di Jalan Pura Demak
KRYD dan Patroli Blue Light Polsek Denpasar Barat, Jaga Situasi Kamtibmas Tetap Kondusif
Petugas Satpas SIM Polresta Denpasar Edukasi Pemohon, Tekankan Tertib Berlalu Lintas dan Mekanisme Pelayanan  
Gerak Cepat Polresta Denpasar Amankan Puluhan WNA Diduga Jadi Korban Penyekapan Yang Akan di Jadikan Operator Scam
Pengamanan Upacara Nyenuk Berjalan Tertib Dan Kondusif Di Desa Adat Pering  
Gotong Royong Bhabinkamtibmas Bedulu Bersama Pecalang Jelang Karya Padudusan Agung Di Pura Samuan Tiga Bedulu  
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto Kunjungi Korban Tragedi Tabrakan Kereta di RSUD Chasbullah Abdul Majid (CAM) Kota Bekasi

Berita Terkait

Selasa, 28 April 2026 - 14:58 WIB

Bhabinkamtibmas Desa Dauh Puri Kangin Laksanakan Patroli dan Sambang Wilayah  

Selasa, 28 April 2026 - 14:57 WIB

Jaga Kondusifitas, Polsek Denpasar Barat Sambangi Gudang Rongsokan di Jalan Pura Demak

Selasa, 28 April 2026 - 14:55 WIB

KRYD dan Patroli Blue Light Polsek Denpasar Barat, Jaga Situasi Kamtibmas Tetap Kondusif

Selasa, 28 April 2026 - 14:53 WIB

Petugas Satpas SIM Polresta Denpasar Edukasi Pemohon, Tekankan Tertib Berlalu Lintas dan Mekanisme Pelayanan  

Selasa, 28 April 2026 - 14:51 WIB

Gerak Cepat Polresta Denpasar Amankan Puluhan WNA Diduga Jadi Korban Penyekapan Yang Akan di Jadikan Operator Scam

Selasa, 28 April 2026 - 14:47 WIB

Gotong Royong Bhabinkamtibmas Bedulu Bersama Pecalang Jelang Karya Padudusan Agung Di Pura Samuan Tiga Bedulu  

Selasa, 28 April 2026 - 14:46 WIB

Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto Kunjungi Korban Tragedi Tabrakan Kereta di RSUD Chasbullah Abdul Majid (CAM) Kota Bekasi

Selasa, 28 April 2026 - 14:44 WIB

*Bhabinkamtibmas Singakerta Sambangi Purnawirawan Polri Sembari Berikan Banyak Imbauan*  

Berita Terbaru