Denpasar, Surya Indonesia.net – Aliran air tampak mengalir deras namun jernih di Tukad Badung. Warga asyik bersantai di bantaran sungai. Tak sekadar duduk, ada pula yang sambil memancing. Sebagian lainnya menikmati sore dengan menggelar tikar, memandangi aliran air dari tepian yang kini tertata rapi.
Penataan lanjutan kawasan Tukad Badung di Jalan Hasanuddin tersebut telah rampung beberapa bulan lalu. Tembok pembatas dicat ulang, jalur pedestrian dibenahi, dan bantaran ditata sehingga tampak lebih bersih dan tertib dibanding sebelumnya.
Kepala Bidang Sumber Daya Air Dinas PUPR Kota Denpasar, Ketut Ngurah Artha Jaya, menjelaskan kejernihan air yang terlihat karena aliran tidak sedang membawa lumpur.
“Air terlihat jernih karena tidak membawa lumpur. Kalau banyak kiriman lumpur dari hulu, biasanya warnanya menjadi cokelat,” ujarnya.
Penataan ini merupakan kelanjutan dari pengembangan kawasan Tukad Badung yang sebelumnya dikenal dengan sebutan Tukad Korea di area Pasar Badung. Pada tahap ini, panjang penataan mencapai 308 meter di sisi barat dan 192,2 meter di sisi timur.
“Pengerjaan sudah 100 persen. Saat ini masih masuk masa pemeliharaan selama enam bulan,” jelasnya.
Pemkot berharap wajah baru sungai ini diikuti perubahan perilaku masyarakat. Sungai tidak lagi dijadikan tempat membuang sampah, melainkan ruang publik yang bisa dinikmati bersama. Penataan ini bukan bermakus untuk penyempitan sungai melainkan perbaikan dan pemolesan supaya lebih rapi.
( red).

























