Tabanan, Surya Indonesia.Net – Warga Binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tabanan mengikuti kegiatan capacity building sebagai bagian dari persiapan reintegrasi sosial di Aula Candra Prabhawa, Rabu (25/02). Melalui kegiatan ini, mereka dibekali penguatan karakter dan kesiapan mental agar mampu kembali ke tengah masyarakat dengan kepercayaan diri dan harapan baru.
Kegiatan menghadirkan instruktur dari Yayasan Putra Pemenang yang memberikan sesi konseling dan pelatihan motivasi. Warga Binaan diajak mengenali kembali potensi diri, berdamai dengan masa lalu, serta membangun pola pikir yang lebih sehat tanpa terus menyalahkan diri sendiri ataupun keadaan. Dinamika kelompok dan ice breaking turut menghidupkan suasana, menghadirkan ruang refleksi sekaligus kebersamaan di antara para peserta.
Kepala Lapas Tabanan, Prawira Hadiwidjojo, menegaskan bahwa pembinaan tidak hanya berfokus pada aspek administratif, tetapi juga menyentuh sisi mental dan emosional Warga Binaan.
“Kegiatan ini menjadi salah satu langkah dalam mempersiapkan fisik dan mental Warga Binaan agar dapat diterima kembali di masyarakat. Kami ingin mereka mampu mengurangi stigma, membangun kembali kepercayaan diri, serta berperan sebagai anggota masyarakat yang produktif dan bertanggung jawab setelah bebas,” harap Prawira.
Instruktur Yayasan Putra Pemenang, Cris, mengajak para peserta untuk tidak terjebak pada masa lalu.“Tidak ada kata terlambat untuk berubah. Setiap orang berhak mendapatkan kesempatan untuk menunjukkan bahwa mereka bisa menjadi pribadi yang lebih baik dan bermanfaat,” ujarnya.
Salah satu Warga Binaan, Made, mengungkapkan bahwa kegiatan ini memberinya sudut pandang baru dalam memaknai perjalanan hidup.“Kegiatan ini membuka pandangan saya tentang masa lalu. Saya tidak boleh terus berlarut dalam penyesalan atau kesedihan, tetapi harus bersiap menatap dan menata masa depan untuk hidup yang lebih baik,” ungkapnya.
Melalui capacity building ini, Lapas Tabanan menunjukkan bahwa proses pembinaan bukan sekadar menjalani masa pidana, tetapi juga membangun kembali harapan, memperkuat mental, dan menyiapkan langkah pasti menuju kehidupan yang lebih bermakna setelah bebas.
( red)

























