Breaking News

Dari Ruang Praktik ke Panggung Publik: Dr. Andre Yulius Disebut “Risma Versi Pria”, Fenomena Baru Jawa Timur

Rabu, 25 Februari 2026 - 13:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SIDOARJO, Surya Indonesia.net – Di tengah dinamika Jawa Timur yang kian dinamis, satu nama mencuat dan menjadi bahan perbincangan lintas kalangan: Dr. Andre Yulius. Sosok dokter yang dikenal luas karena dedikasi dan sentuhan kemanusiaannya ini disebut sebagai fenomena baru oleh Ketua Umum Partai Masyumi Republik Indonesia, Abdullah Amas, dalam wawancara eksklusif bersama Abdullah Amas dengan awak media.

Pernyataan yang paling menyita perhatian publik adalah ketika Abdullah Amas menyematkan julukan “Risma versi pria” kepada Dr. Andre. Sebuah analogi yang sarat makna, mengingat Tri Rismaharini dikenal sebagai figur pemimpin pekerja keras, tegas, dan memiliki empati mendalam terhadap masyarakat kecil.

Fenomena yang Tumbuh dari Ketulusan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Julukan tersebut bukan tanpa alasan. Dalam wawancara itu, Abdullah Amas menilai Dr. Andre bukan hanya profesional di bidang medis, tetapi juga figur yang memiliki kepedulian sosial yang konsisten dan nyata.

Di ruang praktiknya, Dr. Andre dikenal tidak sekadar memberikan layanan medis. Ia menghadirkan pendekatan yang humanis—mendengarkan keluhan pasien dengan penuh perhatian, memberi penguatan moral, bahkan membangun kedekatan emosional yang jarang ditemui di tengah sistem layanan kesehatan yang serba cepat.

“Beliau bekerja bukan untuk sorotan, tetapi untuk pengabdian. Itu yang membuat masyarakat merasakan kehadirannya,” ungkap Abdullah Amas.

Dari sinilah dukungan itu tumbuh, bukan karena pencitraan, melainkan karena pengalaman langsung warga yang merasakan manfaatnya.

Dukungan Akar Rumput yang Menguat.

Di Sidoarjo dan sejumlah wilayah sekitarnya, nama Dr. Andre Yulius mulai disebut sebagai figur yang mampu menjembatani profesionalisme dan empati. Dukungan masyarakat berkembang secara alami, diperkuat oleh reputasi integritas yang terjaga.

Abdullah Amas menyebut fenomena ini sebagai tanda bahwa masyarakat Jawa Timur merindukan sosok pemimpin yang bekerja dengan hati. Sosok yang tidak hanya berbicara tentang perubahan, tetapi telah menunjukkan rekam jejak pelayanan nyata.

Perbandingan dengan Tri Rismaharini pun menjadi simbol harapan. Jika Risma dikenal turun langsung ke lapangan dan berani mengambil keputusan demi rakyat, maka karakter kepemimpinan yang dinilai ada pada Dr. Andre adalah keberanian yang dibalut kelembutan serta ketegasan yang berpijak pada empati.

Harapan Baru di Tengah Dinamika Zaman.

Jawa Timur sebagai salah satu provinsi strategis di Indonesia selalu melahirkan tokoh-tokoh berpengaruh. Kemunculan figur profesional seperti Dr. Andre memberi warna berbeda, bahwa kepemimpinan tidak harus lahir dari panggung politik semata, tetapi bisa tumbuh dari dunia pelayanan.

Di tengah kepercayaan publik yang kerap diuji oleh dinamika politik, hadirnya figur yang tumbuh dari pengabdian menjadi angin segar. Masyarakat mulai menaruh harapan pada sosok yang dinilai mampu menghadirkan kepemimpinan berbasis integritas dan kerja nyata.

Apakah fenomena ini akan berkembang lebih jauh? Waktu yang akan menjawab. Namun satu hal yang tak terbantahkan, nama Dr. Andre Yulius kini tak lagi hanya dikenal sebagai dokter. Ia telah menjadi simbol harapan, figur yang disebut-sebut mampu membawa semangat empati, ketegasan, dan keberpihakan kepada masyarakat dalam skala yang lebih luas.

Dan ketika publik mulai berbicara, itu bukan sekadar percakapan biasa, melainkan tanda bahwa sebuah gelombang kepercayaan sedang tumbuh.

(Redho)

Berita Terkait

Pimpin Apel Kabid Propam Tegaskan Personil Sosialisasikan Barcode Pengaduan Polri
Si Propam Polres Bandara Ngurah Rai Gelar Gaktiblin, Tegaskan Pengawasan Berjenjang
Kapolda Bali Hadiri Peresmian Kantor U.S. Consular Agency Bali
Pastikan Harga Bahan Pokok Sesuai Ketentuan, Satgas Saber Pangan Polda Bali Gelar Sidak Pasar
Laksanakan Giat Strong Point Pagi Hari, Polsek Pupuan Pastikan Arus Lalin Aman dan Lancar
Sat Polairud Polres Tabanan Sambang Petani di Seputaran Danau Beratan, Perkuat Kamtibmas dan Ketahanan Pangan
Kasat Resnarkoba Polres Tabanan Hadiri Rakor Penguatan Rehabilitasi Narkoba di BNN Badung
Strong Point Siang di Pasar Baturiti, Personel Polsek Baturiti Bantu Penyeberangan dan Kelancaran Arus Lalin

Berita Terkait

Rabu, 25 Februari 2026 - 14:08 WIB

Pimpin Apel Kabid Propam Tegaskan Personil Sosialisasikan Barcode Pengaduan Polri

Rabu, 25 Februari 2026 - 14:07 WIB

Si Propam Polres Bandara Ngurah Rai Gelar Gaktiblin, Tegaskan Pengawasan Berjenjang

Rabu, 25 Februari 2026 - 14:03 WIB

Kapolda Bali Hadiri Peresmian Kantor U.S. Consular Agency Bali

Rabu, 25 Februari 2026 - 13:58 WIB

Dari Ruang Praktik ke Panggung Publik: Dr. Andre Yulius Disebut “Risma Versi Pria”, Fenomena Baru Jawa Timur

Rabu, 25 Februari 2026 - 13:56 WIB

Laksanakan Giat Strong Point Pagi Hari, Polsek Pupuan Pastikan Arus Lalin Aman dan Lancar

Rabu, 25 Februari 2026 - 13:54 WIB

Sat Polairud Polres Tabanan Sambang Petani di Seputaran Danau Beratan, Perkuat Kamtibmas dan Ketahanan Pangan

Rabu, 25 Februari 2026 - 13:51 WIB

Kasat Resnarkoba Polres Tabanan Hadiri Rakor Penguatan Rehabilitasi Narkoba di BNN Badung

Rabu, 25 Februari 2026 - 13:49 WIB

Strong Point Siang di Pasar Baturiti, Personel Polsek Baturiti Bantu Penyeberangan dan Kelancaran Arus Lalin

Berita Terbaru

Kriminal

LP Jalan di Tempat, Keluarga Korban Desak Polisi Bertindak

Rabu, 25 Feb 2026 - 14:13 WIB

Serba-Serbi

Kapolda Bali Hadiri Peresmian Kantor U.S. Consular Agency Bali

Rabu, 25 Feb 2026 - 14:03 WIB