Tabanan, Surya Indonesia.net – Kegiatan Analisa dan Evaluasi (Anev) perkembangan situasi kamtibmas terkini digelar melalui video conference di Rupatama Polres Tabanan, Senin (23/2/2026). Anev yang dipimpin oleh Wakapolri Dedi Prasetyo ini diikuti jajaran pejabat utama Polres Tabanan sebagai langkah penguatan kesiapsiagaan menghadapi dinamika keamanan yang berkembang cepat, khususnya menjelang rangkaian Ramadhan hingga Idul Fitri.
Dalam arahannya, Wakapolri menegaskan bahwa tantangan kamtibmas saat ini semakin kompleks dan dinamis, terutama di wilayah dengan aktivitas tinggi seperti DKI Jakarta yang memiliki sensitivitas tinggi terhadap isu publik. Oleh karena itu, fungsi intelijen, humas, dan siber diminta meningkatkan deteksi dini, pemetaan potensi kerawanan, serta pengelolaan informasi secara profesional agar setiap isu dapat diantisipasi sebelum berkembang menjadi gangguan nyata.
Selain itu, Polri diinstruksikan mengoptimalkan pelayanan publik dan menjaga citra institusi melalui respons cepat, transparansi, serta koordinasi lintas fungsi. Persepsi positif masyarakat disebut sebagai indikator keberhasilan harkamtibmas, sehingga setiap personel harus mengedepankan profesionalisme dan kehadiran nyata di lapangan, terutama dalam mengelola isu di ruang digital yang kini sangat mempengaruhi opini publik.
Menghadapi fase krusial Ramadhan hingga arus mudik dan balik Lebaran, Polri akan meningkatkan sosialisasi keamanan, patroli KRYD, razia penyakit masyarakat, serta pengamanan titik keramaian dan jalur transportasi. Ops Ketupat 2026 juga ditekankan sebagai momentum penting untuk menjaga kondusivitas kamtibmas sekaligus meningkatkan kepercayaan publik, seiring rangkaian libur panjang Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri agar situasi tetap aman dan terkendali.
( red)

























