Breaking News

su.re.co Perkenalkan Bio Fighter Mengurai Sampah Organik Menjadi Pupuk Kompos Tanpa Bau

Jumat, 20 Februari 2026 - 20:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Badung, Surya Indonesia.net – PT su.re.co (Sustainability & Resilience) menggelar workshop dengan topik sustainability berjudul “Regenerative Pathways for Sustainable Change: Waste, Agroforestry, and Bioeconomy Nexus” pada Rabu, 18 Februari 2026 di Noema Resort, Pererenan, Bali.

Workshop dihadiri Kepala Bidang (Kabid) Pengelolaan Kebersihan dan Limbah B3 di Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Badung, Anak Agung Dalem, aktivis lingkungan hidup, akademisi, organisasi non-pemerintah (NGO), pelaku usaha, serta yayasan di bidang lingkungan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

su.re.co yang didirikan oleh Prof. Dr. Takeshi Takama asal Jepang, merupakan sebuah perusahaan think-do-be tank yang berbasis di Pererenan, Bali yang berfokus pada lingkungan, khususnya agroforestri (kopi dan coklat), energi terbarukan(biogas) dan adaptasi iklim berbasis sains yang diimplementasikan menjadi aksi nyata, seperti mengembangkan teknologi biogas untuk mengelola limbah organik menjadienergi berupa pupuk, mengembangkan agroforestri dengan turut membangun komunitas petani, serta mengedukasi melalui workshop dan internship.

su.re.co juga mendukung petani melalui praktik pertanian ramah lingkungan, kopi, dan coklat serta membantu transisi bersih.  Dalam workshop tersebut, su.re.co memperkenalkan teknologibiogas yaitu Bio Fighter, gas cair yang terbuat dari bakteri yang berasal dari Bali, melepaskan mikro organisme secara massalyang memberikan cara yang efisien dan kuratif dalam mengendalikan serangan hama secara luas pada berbagai jenis tanaman secara organik tanpa zat kimia.

Bio Fighter ini mampu mengurangi kebutuhan insektisida kimia, sehingga memberikan kontribusi positif terhadap lingkungan karena tidak berbau.

Di sela-sela workshop, Takama menjelaskan bahwa Bio Fighter yang diproduksi oleh su.re.co memiliki keunggulan dalam mengurai sampah lebih cepat menjadi pupuk kompos dalamwaktu dua bulan. Bahkan saat penguraian pun, sampah tersebuttidak mengeluarkan bau.

“Banyak mereka tidak sabar menunggu pembuatan pupukkompos, dengan adanya produk ini, pengelolaan sampah menjadi pupuk bisa lebih cepat, tidak berbau dan juga tidak adalalat saat penguraian,” jelas Takama.

Ia mengatakan, untuk 1 liter Bio Fighter dengan campuran air, bisa mengolah sebanyak 10 ton sampah organik. Bio Fighter ini dipercaya aman bagi tumbuhan karena tidak mengandung zatkimia.

Salah satu peserta I Made Darsana sebagai Ketua BUMDes dan Ketua Lembaga Pengelola Hutan Desa Wanagiri, mengapresiasi produk Bio Fighter dari su.re.co.

Ia mengatakan, bahwa  sebagian besar, warga desa Wanagiriberprofesi sebagai petani dan Desa Wanagiri juga sebagai penyuplai air dari 7 desa lainnya, sehingga pola budidaya pertanian harus dilakukan secara organik agar air yang ada di desa Wanagiri tidak terkontaminasi zat kimia.

“Desa Wanagiri adalah ibunya Buleleng Tengah dimana ada 7 desa yang mengambil air di Desa Wanagiri, jadi secara otomatis kami harus melakukan pola budidaya pertanian secara organik, karena kami tidak ingin air yang kami suplay mengandung zat kimia, ” jelasnya.

Menurutnya produk Bio Fighter dari su.re.co, yang mampu mengurai sampah organik menjadi pupuk kompos dalam waktu2 bulan sangat dibutuhkan di Desa Wanagiri untuk bisamengurai sampah organik yang ada di Desa Wanagiri menjadipupuk kompos.

“Jika kita menggunakan pupuk kimia untuk tanaman, tanah itu tidak akan subur karena mikroba yang terkandung didalam tanah seperti cacing sebagai pengurainya tidak ada. Dengan pupuk organik kita mengembalikan kesuburan tanah itu,” imbuhnya.

Usai Workshop team dari su.re.co melakukan peninjauan pengelolaan sampah ke beberapa tempat, diantaranya Noema Resort Pererenan sebagai lokasi diadakan workshop, SD 2 Pererenan, dan TPST Mengwitani dan Jumat (19/2/2026) melakukan peninjauan dan penanaman pohon ke Desa Wanagiri, Buleleng.

Di sisi lain, Kepala Sekolah SD 2 Pererenan, Made Arisandika, mengaku produk Bio Fighter sangat membantu mengurai sampah organik dari sisa makanan para siswa.

“Sangat membantu penanganan sampah di sekolah kami. Kalau tidak dibantu Bio Fighter, pembusukannya lama dan berbau. Dengan Bio Fighter penguraiannya dua bulan sudah jadi kompos, ” ungkapnya.

Sementara itu Kepala Bidang Pengelolaan Kebersihan dan Limbah B3 DLHK Badung, Anak Agung Gede Dalem, juga mengaku telah menggunakan Bio Fighter sejak setahun lalu  di TPST dan PDU Mengwitani, Badung.

“Kita sudah setahun ini membuat kompos, jadi ini bukan uji coba lagi. Uji coba sudah lewat, kita sudah membuat kompos”, jelasnya.

Dirinya menyebut, dari keseluruhan sampah masuk di TPST dan PDU Mengwitani, sebanyak 20% akan menjadi kompos, dan hingga saat ini 17 ton mampu dihasilkan setiap hari.

“Kompos ini sekarang sudah 17 ton bisa kita garap setiap hari, atau  panennya  20% dari sampah itu akan menjadi kompos”, ucapnya.

“Pemanfaatan Bio Fighter sebenarnya sudah digunakan sejakawal, setahun yang lalu, sampai saat ini mungkin yang terbarulah, yang tercocok”, cetusnya.

Kegiatan dilanjutkan dengan melakukan kegiatan peninjauan hutan dan penanaman kopi di agroforestri Wanagiri. Melaluipraktik langsung di lapangan, peserta diajak memahami keterkaitan antara keberlanjutan, ketahanan ekosistem, dan peran agroforestri sebagai solusi yang mendukung keseimbangan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat lokal, terutama petani kopi dan pelaku usaha di Desa Wanagiri.

(Irn)

Berita Terkait

Patroli Kota Presisi Sambangi Pemukiman Warga Muslim di Buruan, Pastikan Ibadah Puasa Berjalan Aman
Peduli Warga Yang Sakit Sebagai Wujud Kepedulian, Kapolsek Ubud Sambangi Warga Masyarakat
Jumat Curhat, Polres Gianyar Serap Aspirasi Umat Konghucu di Klenteng Cong Po Kong Bio
Bhabinkamtibmas Medahan Amankan Giat Mepaed Rangkaian Piodalan di Pura Dalem Desa Adat Medahan
Razia Lapas Bojonegoro Dinilai Janggal, Tak Ada Tes Urine di Tengah Isu Narkotika
AMPAS Desak APH Usut Dugaan Penyimpangan dan Potensi Kerugian Negara dalam Pengadaan Sapi Meugang Banpres di (ACEH)
Buka RAT Primkoppol Staf Polda Bali, Ini Penyampaian Wakapolda Bali
Polres Bandara Ngurah Rai Sambangi Driver Ojek, Ajak Jaga Ketertiban dan Kamtibmas

Berita Terkait

Jumat, 20 Februari 2026 - 21:10 WIB

Patroli Kota Presisi Sambangi Pemukiman Warga Muslim di Buruan, Pastikan Ibadah Puasa Berjalan Aman

Jumat, 20 Februari 2026 - 21:08 WIB

Peduli Warga Yang Sakit Sebagai Wujud Kepedulian, Kapolsek Ubud Sambangi Warga Masyarakat

Jumat, 20 Februari 2026 - 21:06 WIB

Jumat Curhat, Polres Gianyar Serap Aspirasi Umat Konghucu di Klenteng Cong Po Kong Bio

Jumat, 20 Februari 2026 - 21:05 WIB

Bhabinkamtibmas Medahan Amankan Giat Mepaed Rangkaian Piodalan di Pura Dalem Desa Adat Medahan

Jumat, 20 Februari 2026 - 21:03 WIB

Razia Lapas Bojonegoro Dinilai Janggal, Tak Ada Tes Urine di Tengah Isu Narkotika

Jumat, 20 Februari 2026 - 20:58 WIB

Buka RAT Primkoppol Staf Polda Bali, Ini Penyampaian Wakapolda Bali

Jumat, 20 Februari 2026 - 20:56 WIB

Polres Bandara Ngurah Rai Sambangi Driver Ojek, Ajak Jaga Ketertiban dan Kamtibmas

Jumat, 20 Februari 2026 - 20:54 WIB

Patroli Dialogis Personel Polsek Denpasar Timur Cegah Premanisme dan Gangguan Kamtibmas

Berita Terbaru