Badung, Bali , Surya Indonesia.net – Dalam upaya memperkuat sistem pertahanan semesta di wilayah Bali Nusra, Kodam IX/Udayana menyelenggarakan Rapat Pimpinan (Rapim) TA 2026 dengan mengusung tema “Kodam IX/Udayana Hadir Untuk Rakyat Mewujudkan Sishankamrata Menuju Indonesia Maju.” Kegiatan strategis ini berlangsung di Balai Budaya Girinata Mandala, Pusat Pemerintahan (Puspem) Kabupaten Badung, Rabu (18/2/2026), yang dipimpin langsung oleh Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Piek Budyakto serta diikuti seluruh Pejabat utama Kodam, Komandan Satuan (Dansat), Kepala Badan Pelaksana (Kabalak), dan Babinsa jajaran Kodam IX/Udayana se-Bali.
Dalam amanatnya, Pangdam menegaskan bahwa Rapim merupakan momentum strategis untuk memperkuat koordinasi dan komunikasi antar satuan guna merumuskan program serta strategi menghadapi berbagai tantangan di wilayah Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Nusa Tenggara Timur (NTT). Rapim ini menjadi sarana penting bagi para Dansat untuk menyamakan persepsi, memperkuat sinergi, serta merumuskan langkah konkret dalam pelaksanaan tugas ke depan,” tegasnya.
Pangdam juga menyoroti sejumlah isu aktual yang menjadi perhatian khusus dari Presiden RI, di antaranya kondisi lingkungan di Bali yang dinilai masih menghadapi persoalan sampah sehingga berpotensi memengaruhi citra pariwisata, serta kerentanan ekonomi akibat ketergantungan tinggi pada sektor pariwisata. Oleh karena itu, Babinsa diharapkan berperan aktif menjaga lingkungan dan kearifan lokal serta menjunjung tinggi budaya daerah sebagai bagian dari kekuatan pertahanan wilayah.
Selain itu, Pangdam menegaskan Kodam IX/Udayana berkomitmen mendukung penuh berbagai program pemerintah, seperti program Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP), serta pembentukan Batalyon Teritorial Pembangunan yang berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat. Pangdam juga mengingatkan seluruh prajurit untuk selalu berpegang teguh pada Sumpah Prajurit, Sapta Marga, dan Delapan Wajib TNI, disertai disiplin dan loyalitas tinggi dalam setiap pelaksanaan tugas.
Mayjen TNI Piek Budyakto mengajak seluruh jajarannya Kodam IX/Udayana untuk terus mendukung pembangunan nasional dan kebijakan pemerintah guna meningkatkan ekonomi daerah sebagai bagian integral dari sistem pertahanan wilayah Bali Nusra. “Saya yakin seluruh jajaran telah memahami tugas masing-masing, sehingga tinggal menjabarkan dan melaksanakan program secara nyata di lapangan,” tegasnya.
Rapim Kodam IX/Udayana TA 2026 juga menghadirkan narasumber eksternal dari berbagai instansi guna memperkaya perspektif kebijakan dan pembangunan wilayah, di antaranya Gubernur Bali Dr. Ir. I Wayan Koster, Μ.Μ., Kapolda Bali Daniel Adityajaya Irjen Pol. Daniel Adityajaya, S.H., S.I.K., M.Si, Kepala Kejaksaan Tinggi Bali Dr. Chatarina Muliana Girsang, S.H., M.H., Direktur PKAPD Dr. Bahri, S.STP., M.Si , serta Pimpinan Wilayah PT Pegadaian Kanwil VII Denpasar Edy Purwanto. Para narasumber menyampaikan materi terkait peningkatan kualitas pariwisata, keamanan dan ketertiban wilayah, pemenuhan hak administrasi kependudukan, penguatan koperasi desa, hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Di akhir kegiatan Rapim, Pangdam IX/Udayana menyerahkan penghargaan kepada 5 (lima) prajurit berprestasi di bidang olahraga, 2 (dua) Babinsa berprestasi di bidang wirausaha, serta 3 (tiga) Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) tercepat di wilayah Kodam IX/Udayana sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan kinerja yang telah ditunjukkan.
Sementara itu, Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) IX/Udayana Kolonel Inf Widi Rahman, S.H.,M.Si. menyampaikan bahwa Kodam IX/Udayana akan terus meningkatkan sinergi dengan seluruh pemangku kepentingan guna mendukung program pembangunan di wilayah Bali Nusra. “Kami berkomitmen mendukung pemerintah daerah dalam menciptakan situasi yang aman, kondusif, dan sejahtera bagi masyarakat,” ungkapnya.
Melalui Rapim Kodam TA 2026 ini diharapkan lahir berbagai solusi dan langkah strategis dalam menghadapi dinamika tantangan ke depan, sekaligus meningkatkan kinerja Kodam IX/Udayana dalam menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) Khususnya di wilayah Bali Nusra.
( red)

























