Mangupura, Surya Indonesia.net – Polsek Kuta Utara belum berhasil mengungkap kasus penjambretan yang terjadi di wilayah Kelurahan Kerobokan Kaja dan Kelurahan Kerobokan Kelod, Kecamatan Kuta Utara, Badung, Minggu (25/1). Padahal, aksi penjambretan tersebut terekam jelas kamera CCTV yang menjadi petunjuk awal pengungkapan identitas pelaku.
Kapolsek Kuta Utara Kompol I Ketut Agus Pasek Sudina mengatakan, timnya di lapangan masih melakukan penyelidikan. Kendala utama yang dialami adalah tidak adanya saksi yang melihat langsung dan mengenali identitas pelaku.
“Kami masih kumpulkan rekaman CCTV. Di samping itu, kendala saat ini masih minim saksi yang mengenali identitas pelaku,” ungkap Kapolsek dikonfirmasi, Jumat (30/1) siang.
Meskipun mengalami kendala dalam penyelidikan, dua kasus tersebut menjadi atensi Polsek Kuta Utara. “Masih kami usahakan, semoga secepatnya dapat tertangkap. Kami mengajak masyarakat untuk tidak resah dan meningkatkan kewaspadaan,” imbuhnya.
Sementara itu, salah seorang warga bernama Elis Rafia, 25, mengaku aksi penjambretan yang terjadi di Kuta Utara mengganggu rasa aman masyarakat, terutama pelaku usaha yang beraktivitas hingga larut malam. “Selama ini yang terjadi di warung saya orang datang tukar gas kosong atau ambil botol bensin dengan janji nanti dibayar, namun ditunggu tidak kembali,” ungkap pemilik warung kelontong di Jalan Raya Kerobokan Kelod, Kuta Utara, Badung, ini ditemui di lokasi, Jumat (30/1) siang.
( red)

























