Denpasar, Surya Indonesia.net – Ketua Komisi III DPRD Denpasar, I Wayan Suadi Putra soroti kemacetan di simpang Jalan Tukad Pakerisan-Jalan Tukad Barito, Kelurahan Panjer, Kecamatan Denpasar Selatan. Suadi Putra mendesak agar pemerintah Kota Denpasar segera menangani kepadatan lalulintas di kawasan tersebut.
Kata dia, selama ini pemerintah belum optimal melakukan pengaturan lalu lintas di simpang Tukad Pakerisan-Tukad Barito. Menurutnya, konflik kendaraan yang keluar-masuk persimpangan menyebabkan antrean panjang hingga mengular ke ruas jalan lain. “Saya sendiri masuk ke sana lama sekali. Kendaraan berebut keluar-masuk ke Pakerisan maupun sebaliknya, sehingga kemacetan tidak terurai,” ujar Suadi Putra.
Selain itu, Suadi Putra juga menyoroti maraknya pelanggaran arus satu arah di Jalan Tukad Pakerisan kea rah Selatan, tepatnya di depan Kantor Kelurahan Panjer. Ia menyebut masih banyak kendaraan roda empat yang nekat melawan arus menuju arah selatan, meskipun sudah jelas ada rambu larangan. Sehingga lalulintas makin semrawut. “Aturannya seakan tidak digubris. Ini harus ditegaskan karena pelanggaran seperti ini memperparah kemacetan dan membahayakan keselamatan pengguna jalan,” tegas politisi PDIP ini.
Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Denpasar, I Dewa Ketut Adi Pradnyana, menjelaskan bahwa Pemkot Denpasar melalui Dishub sedang melaksanakan sejumlah langkah manajemen serta rekayasa lalu lintas sejak awal 2026.
Dia menyampaikan, rekayasa lalu lintas telah diterapkan di beberapa titik, antara lain kawasan simpang Jalan Suli, simpang Jalan Tukad Badung, serta simpang Tukad Pakerisan–Tukad Barito. Uji coba rekayasa tersebut mulai diberlakukan sejak 2 Januari dan akan berlangsung hingga 2 Februari 2026. Menurut Dewa Adi, tujuan utama rekayasa lalu lintas ini adalah mengurai titik-titik kemacetan dengan mengurangi konflik kendaraan di persimpangan, meningkatkan waktu tempuh perjalanan, serta meningkatkan keselamatan pengguna jalan.
Sebagai bagian dari rekayasa, Dishub telah memasang dan mengaktifkan lampu lalu lintas (traffic light) di simpang Tukad Pakerisan–Tukad Barito. Berdasarkan hasil analisis dan pengamatan di lapangan, persimpangan tersebut memiliki tingkat konflik lalu lintas yang cukup tinggi. “Dengan pemasangan traffic light, konflik dapat diminimalkan sehingga tundaan di persimpangan bisa dikurangi,” jelasnya.
( red)

























