
Ngawi,Suryaindonesia.net – Peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026 menjadi momentum refleksi bagi insan pers di Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, atas peran penting pers dalam mengawal informasi publik di tengah berbagai persoalan yang berkembang di tingkat lokal dn Nasional.
Dalam praktiknya, kerja jurnalistik tidak selalu berjalan di ruang terang. Banyak persoalan publik berawal dari keluhan masyarakat, informasi awal yang tidak utuh, hingga data yang saling bertentangan. Di sinilah peran pers diuji—tidak sekadar menyiarkan pernyataan, tetapi menelusuri, mengamati, dan memverifikasi fakta di lapangan.
Insan pers di Kecamatan Sine menuturkan bahwa sejumlah isu yang muncul di masyarakat kerap membutuhkan proses penelusuran mendalam. Informasi awal sering kali belum lengkap dan berpotensi menimbulkan kesimpulan prematur jika tidak dikaji secara cermat. Oleh karena itu, setiap temuan lapangan perlu dikonfirmasi melalui klarifikasi berlapis dan pembandingan data.
“Tidak semua informasi layak langsung dipublikasikan. Ada proses verifikasi, klarifikasi, dan konfirmasi yang harus dilalui agar berita tidak menyesatkan publik,” ungkap salah satu Pimpinan Redaksi MKN. Rabu, 28 Januari 2026
Dalam proses tersebut, pers kerap dihadapkan pada dilema antara kecepatan dan ketepatan. Tekanan arus informasi digital menuntut berita segera tayang, namun prinsip jurnalistik mengharuskan akurasi tetap menjadi prioritas utama. Kesalahan sekecil apa pun berpotensi berdampak luas dan merugikan kepentingan publik.
Lebih dari itu, pers juga berperan sebagai pengawas sosial yang mendorong transparansi dan keterbukaan informasi. Melalui pemberitaan yang berimbang, pers mengajak publik untuk memahami persoalan secara utuh, bukan sekadar potongan narasi yang bias atau sepihak.
Dalam konteks lokal, kerja investigatif pers sering dilakukan secara bertahap dan berhati-hati. Setiap data yang diperoleh harus diuji kebenarannya, setiap temuan perlu diperdalam, dan setiap narasi disusun berdasarkan fakta, bukan asumsi. Prinsip ini sejalan dengan amanat Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers serta Kode Etik Jurnalistik.
Hari Pers Nasional 2026 menjadi pengingat bahwa di balik setiap berita yang tayang, terdapat tanggung jawab besar untuk menjaga kepercayaan publik. Insan pers di Ngawi menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan jurnalisme yang kritis, faktual, dan berpihak pada kepentingan masyarakat, tanpa mengabaikan etika dan profesionalisme.
Dengan semangat HPN 2026, pers diharapkan tetap konsisten menjadi penjaga nalar publik—mengungkap fakta secara berimbang, mengedepankan klarifikasi, dan memastikan setiap informasi yang disampaikan benar-benar bermanfaat bagi masyarakat.(Adi.pr)

























