Tabanan, Surya Indonesia.net – Cuaca ekstrem yang melanda Kabupaten Tabanan pada pertengahan Januari 2026 menyebabkan kerusakan serius pada infrastruktur jalan. Dinas PUPRPKP Kabupaten Tabanan mencatat sedikitnya 14 ruas jalan kabupaten rusak akibat hujan lebat, angin kencang, dan longsor yang terjadi pada 16 Januari 2026.
Kerusakan tersebar hampir di seluruh wilayah kecamatan, baik di daerah pegunungan maupun dataran rendah. Kondisi terparah berupa badan jalan tergerus, ambles, tertutup material longsor hingga membahayakan keselamatan pengguna jalan.
Sekretaris Dinas PUPRPKP Tabanan I Made Partana mengatakan hingga kini pihaknya belum dapat memastikan besaran anggaran penanganan. Seluruh titik kerusakan masih dalam proses pengecekan dan pengukuran teknis di lapangan.“Setelah cek lapangan, baru bisa diketahui tingkat kerusakan dan disusun RAB sesuai kajian teknis,” ujarnya, Senin (26/1).
Partana menambahkan, karena kerusakan terjadi akibat bencana alam, penanganannya akan dikoordinasikan dengan BPBD Kabupaten Tabanan dan diusulkan melalui Belanja Tak Terduga (BTT). “Karena ini dampak bencana, akan dilaporkan ke BPBD untuk selanjutnya diusulkan melalui BTT,” tegasnya.
Berdasarkan data Bidang Bina Marga Dinas PUPRPKP Tabanan, kerusakan terjadi di sejumlah kecamatan. Di Kecamatan Baturiti, ruas Jalan Kabupaten Luwus–Petang di Desa Luwus mengalami longsor hingga badan jalan ambles. Di Kecamatan Kediri, ruas Senapahan–Belayu di Desa Abiantuwung rusak pada badan jalan dan drainase.
Kerusakan juga terjadi di Kecamatan Marga, masing-masing pada ruas Marga–Apuan di Desa Tua dan Simpang Bangli – Apuan di Desa Apuan berupa retakan aspal dan longsoran sisi jalan. Sementara di wilayah kota, Jalan Anggrek di Desa Dauh Peken mengalami lubang cukup dalam.
Di Kecamatan Penebel, kerusakan tercatat pada ruas Wongaya Gede–Tengkudak dan Babahan–Sunanataya akibat gerusan air dan amblesnya bahu jalan. Sedangkan di Kecamatan Pupuan, ruas Pujungan–Tibudalem terdampak longsor di bahu jalan.
( red)

























