Bitung | Mengenal Allah (ma’rifatullah) adalah tujuan utama penciptaan manusia. Allah berfirman:
“Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan untuk beribadah kepada-Ku.”
(QS. Adz-Dzariyat: 56)
Para ulama menjelaskan: Ibadah tidak mungkin sempurna tanpa mengenal Allah.
Maka, ma’rifatullah adalah fondasi dari seluruh kehidupan seorang mukmin.
Berikut penjelasan 3 pilar utama dalam mengenal Allah.
1. Mengenal Allah Melalui Nama dan Sifat-Nya (Asmaul Husna dan Shifat)
Ini adalah jalan paling mendasar, pondasi dari semua pengenalan.
Allah memerintahkan kita untuk mengenal-Nya melalui nama-nama-Nya:
“Dan Allah memiliki nama-nama yang indah (Asmaul Husna), maka bermohonlah kepada-Nya dengan menyebut nama-nama itu.”
(QS. Al-A’raf: 180)
Mengapa penting :
Nama dan sifat Allah menunjukkan kesempurnaan-Nya.
Kita mengenal karakter Rabb kita: Maha Pengasih (Ar-Rahman), Maha Bijaksana (Al-Hakim), Maha Mengetahui (Al-‘Alim).
Dengan memahami nama-nama itu, hati menjadi yakin dan tenteram.
Namun, ini bukan satu-satunya cara mengenal Allah.
2. Mengenal Allah Melalui Ayat-ayat Kauniyah (Tanda-tanda Kekuasaan di Alam Semesta)
Allah memperkenalkan Diri-Nya melalui ciptaan.
“Sesungguhnya pada penciptaan langit dan bumi, dan pergantian malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang berakal.”
(QS. Ali Imran: 190–191)
Contohnya:
Keajaiban tubuh manusia
Kesempurnaan langit
Siklus hujan
Kehidupan dan kematian
Keadilan dalam sunnatullah
Melihat alam dengan hati yang berfikir membawa kita kepada kesadaran:
“Tidak ada yang menciptakan semua ini kecuali Allah Yang Maha Kuasa.”
Ini adalah pengenalan yang membuat hati tunduk.
3. Mengenal Allah Melalui Ibadah, Ketakwaan, dan Kedekatan Hati
Inilah jalan tertinggi, yang membawa seorang hamba pada makrifat.
Allah berfirman dalam hadis Qudsi:
“Hamba-Ku tidak mendekat kepada-Ku dengan sesuatu yang lebih Aku cintai daripada apa yang Aku wajibkan kepadanya. Dan ia terus mendekat kepada-Ku dengan amalan-amalan sunnah hingga Aku mencintainya…”
(HR. Bukhari)
Maknanya:
Semakin banyak hamba beribadah, semakin dekat ia dengan Allah.
Hati yang taat akan merasakan cahaya petunjuk.
Inilah puncak pengenalan: hati merasakan kehadiran Allah dalam setiap urusan hidup.
Para ulama mengatakan:
“Barang siapa mengamalkan apa yang ia ketahui, Allah akan mewariskan kepadanya ilmu yang belum ia ketahui.”
Ini menunjukkan bahwa ibadah menuntun pada pengenalan yang lebih dalam.
Kesimpulan Besar
Mengenal Allah harus melalui 3 Jalan
(1) Nama dan sifat-Nya — ilmu
(2) Ayat-ayat alam — tanda-tanda kekuasaan
(3) Ibadah dan ketakwaan — pengalaman ruhani
Ketiganya adalah satu kesatuan.
Jika hanya satu yang diambil, maka pengenalan kepada Allah menjadi tidak sempurna.





















