Breaking News

37 Warga Binaan Lapas Jawa Timur Berisiko Tinggi Dipindahkan ke Lapas Super Maksimum Security Pulau Nusakambangan

Minggu, 27 Juli 2025 - 20:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jawa Timur/suryaindonesia.net — Sebanyak 37 warga binaan dengan kategori risiko tinggi dari sejumlah lapas di Jawa Timur dipindahkan ke Lapas Super Maksimum Security Pulau Nusakambangan pada Minggu (27/7). Pemindahan ini merupakan bagian dari upaya Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) untuk mengoptimalkan pembinaan dan meningkatkan keamanan di lembaga pemasyarakatan (Lapas) di seluruh Indonesia.

Menurut Kadiono, Kepala Kantor Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Timur, warga binaan yang dipindahkan telah melalui asesmen, penyidikan, dan penyelidikan yang menunjukkan mereka memiliki potensi besar untuk mengganggu keamanan dan merusak program pembinaan bagi warga binaan lainnya.

“Mereka adalah warga binaan yang berdasarkan asesmen, penyidikan, dan penyelidikan termasuk dalam kategori berisiko tinggi, baik dalam mengganggu keamanan maupun berpotensi merusak program pembinaan,” ujar Kadiono.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pemindahan warga binaan ini dilakukan oleh tim pengamanan intelijen dan tim kepatuhan internal Ditjenpas, bersama dengan Kepala Kantor Wilayah Ditjenpas Jawa Timur dan jajaran Polda Jawa Timur. Warga binaan yang dipindahkan berasal dari beberapa lapas di Jawa Timur, antara lain Lapas Kelas 1 Madiun, Lapas Kelas 1 Surabaya, Lapas Lamongan, dan Lapas Pamekasan.

Kadiono menegaskan bahwa pemindahan ini merupakan komitmen serius untuk menjadikan lapas dan rutan bebas dari narkoba, handphone (HP), dan pelanggaran tata tertib. “Siapa pun yang terbukti melanggar, baik warga binaan atau petugas, akan diberikan sanksi tegas karena perbuatannya dapat berdampak buruk bagi lingkungan pemasyarakatan,” lanjutnya.

Di Lapas Super Maksimum Security Pulau Nusakambangan, 37 warga binaan tersebut akan ditempatkan di beberapa lapas yang memiliki tingkat pengamanan tinggi, seperti Lapas Karang Anyar, Lapas Gladakan, Lapas Ngaseman, dan Lapas Besi.

Irfan, Kepala Lapas Kelas 1 Batu Nusakambangan sekaligus Koordinator Wilayah Nusakambangan, menjelaskan bahwa setiap warga binaan akan mendapatkan pembinaan yang sesuai dengan tingkat risikonya.

“Pembinaan dan pengamanan diberikan sesuai dengan asesmen perubahan perilaku. Kami bekerja sama dengan Bapas Nusakambangan untuk memastikan pembinaan yang tepat,” kata Irfan.

Irfan juga menekankan bahwa pemindahan ini merupakan bagian dari program akselerasi yang digagas oleh Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto, dan arahan dari Direktur Jenderal Pemasyarakatan, Mashudi.

“Redistribusi atau pemindahan warga binaan berisiko tinggi ini adalah langkah untuk memperkuat sistem pemasyarakatan di Indonesia. Tidak ada satupun yang boleh mengganggu maruah pemasyarakatan,” tegas Irfan.

Seiring dengan pemindahan 37 warga binaan kali ini, total hampir 1.100 warga binaan berisiko tinggi kini ditempatkan di Lapas Super Maksimum Security Nusakambangan. Mereka terdiri dari berbagai kasus, termasuk narkoba, terorisme, dan pelanggaran hukum lainnya yang berdasarkan hasil asesmen masuk dalam kategori high-risk.

Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa pembinaan dan pengamanan di Lapas Nusakambangan dapat berjalan dengan optimal, sekaligus mencegah penularan perilaku negatif di lingkungan pemasyarakatan. Diharapkan, dengan pengamanan dan pembinaan yang lebih intensif, warga binaan dapat mengalami perubahan perilaku yang lebih baik

Berita Terkait

Gubernur Bali didampingi Pangdam Udayana,Kapolda Bali,Kepala Kejaksaan Tinggi Bali,Danrem Wirasatya,Ka Binda Bali himbau agar Bali tentram dan damai.
Polda Sumut Ungkap 603 Kasus Narkoba: 829 Tersangka, 473 Kg Sabu dan Ratusan Ribu Pil Disita
Catatan Mahmud Marhaba: Penantian Panjang Cak Munir di Puncak PWI
Warga RT 003 RW 015 Lingkungan Krajan Ramaikan HUT RI Ke-80 Jalan Santai
Kebersamaan Membangun Negeri Malam Resepsi di “GPI” Dibanjiri Hadiah
Pemerintah Kecamatan Sungkai Jaya Gelar Operasi Pangan Murah untuk Ringankan Beban Warga
Demo Ricuh Prabowo Perintahkan Tindakan Tegas Pada Polri-TNI, Rakyat Masih Soroti DPR yang Menghilang kemana.
Komplotan Pembuatan SIM Palsu Antara Provinsi Dibongkar, Empat Pelaku Ditangkap Sat Reskrim Polres Lampung Utara

Berita Terkait

Minggu, 31 Agustus 2025 - 11:26 WIB

Gubernur Bali didampingi Pangdam Udayana,Kapolda Bali,Kepala Kejaksaan Tinggi Bali,Danrem Wirasatya,Ka Binda Bali himbau agar Bali tentram dan damai.

Minggu, 31 Agustus 2025 - 10:00 WIB

Polda Sumut Ungkap 603 Kasus Narkoba: 829 Tersangka, 473 Kg Sabu dan Ratusan Ribu Pil Disita

Minggu, 31 Agustus 2025 - 09:08 WIB

Catatan Mahmud Marhaba: Penantian Panjang Cak Munir di Puncak PWI

Minggu, 31 Agustus 2025 - 01:26 WIB

Kebersamaan Membangun Negeri Malam Resepsi di “GPI” Dibanjiri Hadiah

Minggu, 31 Agustus 2025 - 00:43 WIB

Pemerintah Kecamatan Sungkai Jaya Gelar Operasi Pangan Murah untuk Ringankan Beban Warga

Sabtu, 30 Agustus 2025 - 22:46 WIB

Demo Ricuh Prabowo Perintahkan Tindakan Tegas Pada Polri-TNI, Rakyat Masih Soroti DPR yang Menghilang kemana.

Sabtu, 30 Agustus 2025 - 22:17 WIB

Komplotan Pembuatan SIM Palsu Antara Provinsi Dibongkar, Empat Pelaku Ditangkap Sat Reskrim Polres Lampung Utara

Sabtu, 30 Agustus 2025 - 21:56 WIB

Korban KDRT di Laporkan Balik: Kuasa Hukum Sebut Upaya Putar Balik Fakta!

Berita Terbaru

Serba-Serbi

Catatan Mahmud Marhaba: Penantian Panjang Cak Munir di Puncak PWI

Minggu, 31 Agu 2025 - 09:08 WIB