Breaking News

Telan Anggaran Rp82 Miliar, Pembangunan Shortcut 7D dan 7E di Gitgit Terus Dikebut

Senin, 16 September 2024 - 19:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SINGARAJA , Surya Indonesia.net – Pembangunan shortcut Singaraja – Mengwitani, tepatnya di titik 7D dan 7E yang berlokasi Desa Gitgit, Kecamatan Sukasada, Buleleng terus dikebut.

Proyek ini ditargetkan selesai pada akhir tahun 2024 yang Menelan Anggaran Rp82 Miliar, Pembangunan Shortcut 7D dan 7E di Gitgit Terus Dikebut Diketahui pembangunan shortcut di dua titik ini memakan anggaran Rp82 Miliar lebih.

Awalnya pembangunan shortcut ditargerkan rampung pada pertengahan Juli 2024.Namun karena adanya penyesuaian konstruksi pada jembatan, sehingga membutuhkan waktu perpanjangan selama enam bulan ke depan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kepala Satuan Kerja Pelaksana Jalan Nasional (Kasatker PJN) Wilayah III Provinsi Bali, Noor Fachrie menjelaskan, dalam rancangan awal pembangunan jembatan menggunakan material geofoam.

Namun dalam perjalannya, material tersebut batal digunakan karena sejumlah pertimbangan.

Di antaranya daya tahan hingga biayanya yang cukup mahal.

“Bina Marga belum berani mengambil resiko, karena belum ada bukti jika material geofoam bisa tahan sampai seratus tahun. Apalagi jembatan ini berada di kawasan jalan nasional yang banyak mobilitias,” ucapnya ditemui belum lama ini.

Lanjut Fachrie, hingga Jumat (13/9/2024) progres pembangunan sudah mencapai 75 persen lebih. Yang mana saat ini memasuki proses pemasangan balok girder di jembatan titik 7D jembatan sepanjang 155 meter.

“Setelah pemasangan balok girder, baru akan berproses lantai jembatan dan pengaspalan,” imbuhnya.

Fachrie menambahkan, perpanjangan waktu pembangunan ini telah mendapat persetujuan pemerintah, dengan target pembangunan hingga 31 Desember 2024.

Apabila terlambat, pihaknya tidak memungkiri rekanan akan dikenai denda Mengenai kendala di lapangan, tentunya ada. Namun kendala tersebut masih di ambang batas wajar.”

“Artinya ketika diketahui ada kendala, sudah segera dilakukan mitigasi. Mudah-mudahan tidak ada kendala berarti, sehingga pekerjaan bisa selesai tepat waktu,” tandasnya.

Untuk diketahui, pembangunan shortcut titik 7D dan 7E dimulai sejak tahun 2023 Panjang ruas jalan titik 7D mencapai 340 meter, sedangkan titik 7E mencapai 215 meter . Jika dibandingkan jalan eksisting sepanjang 603 meter, ruas jalan ini lebih pendek yang hanya 555 meter.

Sebab shortcut ini memangkas 8 tikungan pada jalan eksting, menjadi hanya 4 tikungan. Selain juga menurunkan kelandaiannya , ” pungkasnya..

( Ags )

Berita Terkait

Pelayanan STNK di Samsat Tabanan Berjalan Lancar, Polisi Utamakan Pelayanan Prima untuk Masyarakat
Tinjau SD Negeri dan MTS Papela, Wapres Pastikan Program Prioritas Presiden Jangkau Wilayah 3T
Dialog dengan Petani Budidaya Rumput Laut Rote Ndao, Wapres Tekankan Modernisasi dan Hilirisasi 
Tinjau Sentra Industri Garam Rote Ndao, Wapres Dorong Percepatan Swasembada dan Penguatan Ekonomi Pesisir
Antisipasi Balap Liar, Satlantas Polres Ngawi Intensifkan Patroli
Rupiah Melemah : BI Jangan Tutup Mata dan Telinga Wakil Ketua Bidang Ekonomi Kerakyatan dan UMKM GMNI Jakarta Timur, Bima Sadiropa Sijabat, menyoroti tekanan besar yang sedang dialami rupiah
TNI AD Siap Dukung Pengelolaan Sampah Berbasis Energi Terbarukan di Provinsi Bali
Percepat Pembangunan Koperasi Merah Putih, Danramil Abiansemal Lakukan Pengawasan Langsung di Dua Desa  

Berita Terkait

Sabtu, 23 Mei 2026 - 08:10 WIB

Pelayanan STNK di Samsat Tabanan Berjalan Lancar, Polisi Utamakan Pelayanan Prima untuk Masyarakat

Jumat, 22 Mei 2026 - 20:51 WIB

Tinjau SD Negeri dan MTS Papela, Wapres Pastikan Program Prioritas Presiden Jangkau Wilayah 3T

Jumat, 22 Mei 2026 - 20:39 WIB

Dialog dengan Petani Budidaya Rumput Laut Rote Ndao, Wapres Tekankan Modernisasi dan Hilirisasi 

Jumat, 22 Mei 2026 - 20:37 WIB

Tinjau Sentra Industri Garam Rote Ndao, Wapres Dorong Percepatan Swasembada dan Penguatan Ekonomi Pesisir

Jumat, 22 Mei 2026 - 18:00 WIB

Rupiah Melemah : BI Jangan Tutup Mata dan Telinga Wakil Ketua Bidang Ekonomi Kerakyatan dan UMKM GMNI Jakarta Timur, Bima Sadiropa Sijabat, menyoroti tekanan besar yang sedang dialami rupiah

Jumat, 22 Mei 2026 - 17:45 WIB

TNI AD Siap Dukung Pengelolaan Sampah Berbasis Energi Terbarukan di Provinsi Bali

Jumat, 22 Mei 2026 - 17:17 WIB

Percepat Pembangunan Koperasi Merah Putih, Danramil Abiansemal Lakukan Pengawasan Langsung di Dua Desa  

Jumat, 22 Mei 2026 - 17:15 WIB

Karya Bakti Bersih Lingkungan: Sinergi Koramil 1611-01/Dentim dan Masyarakat Dangin Puri Kelod Wujudkan Lingkungan Sehat  

Berita Terbaru