Breaking News

BKM Bukan Anak Haram, Pj. Wahyu Hidayat Janjikan BKM Segera Punya Emak/Bapak OPD Kota Malang

Rabu, 3 Juli 2024 - 18:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KOTA MALANG, SURYA INDONESIA NET., – Dalam kesempatan bertemu dengan Pj. Walikota Malang, Wahyu Hidayat, menerima rombongan FKA BKM Kecamatan Klojen di Ruang Rapat Walikota Malang, Sabtu, (29/6) sore.

FKA (forum komunikasi) BKM Kecamatan Klojen, menyampaikan harapannya kepada Pj. Wahyu Hidayat agar salah satu OPD Kota Malang ada yang bisa menaungi, atau istilah lain jadi Emak/Bapaknya. Rabu, (3/7/2024)

FKA BKM Kecamatan Klojen terdiri dari 11 BKM di setiap Kelurahan, dipimpin oleh Soegito selaku Ketua FKA dan Samsul Hadi Seketaris, Wari Bendahara.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menengok sekelumit sejarah BKM. Bahwa BKM adalah Badan Keswadayaan Masyarakat, secara mandiri untuk dapat membantu pemerintah dalam program pengentasan kemiskinan dengan pendekatan partisipatif, kolektif, dan pemberdayaan.

Sekedar informasi, awal, dimulai dari P2KP (Proyek Pengentasan Kemiskinan Perkotaan) dilanjut PNPM (Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat) dan berakhir dengan Program KOTAKU (Kota Tanpa Kumuh) yang menjadi program pemerintah bermitra dengan BKM dalam kerangka pengentasan kemiskinan.

Di awal pembentukan BKM, pada tahun 2000-an, dimodali oleh program P2KP sebesar 250 juta rupiah dan sudah digulirkan ke masyarakat dalam bentuk pinjaman dan berlangsung sampai program selanjutnya yaitu PNPM dan KotaKu.

Pertanyaannya, setelah program pemerintah selesai bagaimana dengan posisi BKM, lalu bagaimana posisi keuangan dari BKM sendiri, karena ada yang masih bergulir dan tidak.

Memang masih ada aktifitas BKM dengan program ekonomi bergulir, dan bagaimana dengan program ekonominya yang sudah mati? (Tidak ada aktifitas). Hidup segan mati pun tak mau!

Di sinilah adanya problematika BKM bagi para pejuang sosial yang dirasakan saat ini begitu berat.

Esensi BKM dari awal dibentuknya adalah sebagai mitra pemerintah secara mandiri berswadaya dalam hal pengentasan kemiskinan di wilayahnya.

Tetapi faktanya, BKM belum mandiri untuk menjalankan program kegiatannya sendiri atau berharap ada cantolan OPD kota Malang, karena faktor keuangan di BKM.

Selanjutnya, setelah banyak yang disampaikan oleh beberapa OPD Kota Malang, baik dari Kabid Hukum, Pemerintahan, Disperindag, PUPR, dan beberapa Kabid OPD lainnya memberikan dukungan dan dorongan terhadap BKM agar tetap axis di tengah masyarakat.

Disampaikan secara terbuka oleh Asisten 1 Pemerintah Kota Malang, ia sampaikan bahwa BKM diminta mengikuti aturan dan perundang-undangan yang ada, dan diharapkan kesediaannya menjadi LK (lembaga kelurahan) yang ada.

“Karena BKM berbadan hukum sendiri, dan kami tidak ingin ada malasalah di kemudian hari. Ini yang merepotkan kami dan membuat kami berfikir keras terkait BKM yang selama ini memang sebagai mitra kami,” tutur aisten 1 Pj. Walikota.

Lebih lanjut, ia tekankan lagi bahwa karena faktor adanya regulasi dari pemerintah, sehingga diharapkan BKM bisa membuka diri dengan regulasi yang ada, agar bisa dicarikan Emak atau Bapak pada OPD-OPD terkait nantinya.

Wacana dicarikan cantolannya, BKM akan berinduk di OPD mana akan dibahas. Bisa satu OPD atau lebih. Jelasnya BKM ikut Emak/Bapak yang sesuai dengan karakter organisasi BKM tersebut, tentunya akan dibicarakan dalam rapat terbatas OPD dan Pj. Walikota secepatnya.

“Karena adanya perubahan regulasi dari pemerintah, kami akan upayakan untuk mencarikan emak dan bapaknya. BKM dilahirkan oleh pemerintah, tentu saja akan kami carikan solusinya ketika ada permasalahan di BKM,” terangnya.

“Jelasnya kita upayakan. BKM kan bukan ‘anak haram’ dari pemerintah. Nanti kita rapat dengan OPD-OPD lah, tepatnya cantolannya di mana BKM ini. Kami berharap BKM bisa membuka diri dan bersabar,” tutupnya. (ag/kw)

Berita Terkait

Standar Layanan Diperkuat, Proses SIM di Satpas Polres Tabanan Makin Terkendali
Tak Hanya Evaluasi, Ini 6 Penekanan Penting Kapolres Badung Saat Apel Pagi
Pastikan Pelayanan Cepat dan Responsif kepada Masyarakat, Kapolres Badung Cek SPKT dan Layanan 110
Pengusaha rokok “HS”, Muhammad Suryo mengalami kecelakaan saat mengendarai motor di Jalan Wates-Purworejo,
Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), menegaskan pentingnya Indonesia memperkuat kekuatan udara di tengah cepatnya perubahan lanskap
Mantan Kapolres Bima Kota, AKBP Didik Putra Kuncoro, resmi dimutasi menjadi Perwira Menengah dan dijatuhi sanksi Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) dalam sidang Komisi
Memasuki bulan Maret yang bertepatan dengan Ramadan, aktivitas mudik masyarakat meningkat. Banyak rumah tinggal
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo melakukan rotasi, mutasi, dan mutasi jabatan terhadap Perwira Tinggi

Berita Terkait

Selasa, 3 Maret 2026 - 10:02 WIB

Standar Layanan Diperkuat, Proses SIM di Satpas Polres Tabanan Makin Terkendali

Senin, 2 Maret 2026 - 21:29 WIB

Tak Hanya Evaluasi, Ini 6 Penekanan Penting Kapolres Badung Saat Apel Pagi

Senin, 2 Maret 2026 - 20:39 WIB

Pastikan Pelayanan Cepat dan Responsif kepada Masyarakat, Kapolres Badung Cek SPKT dan Layanan 110

Senin, 2 Maret 2026 - 20:37 WIB

Pengusaha rokok “HS”, Muhammad Suryo mengalami kecelakaan saat mengendarai motor di Jalan Wates-Purworejo,

Senin, 2 Maret 2026 - 20:34 WIB

Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), menegaskan pentingnya Indonesia memperkuat kekuatan udara di tengah cepatnya perubahan lanskap

Senin, 2 Maret 2026 - 20:31 WIB

Mantan Kapolres Bima Kota, AKBP Didik Putra Kuncoro, resmi dimutasi menjadi Perwira Menengah dan dijatuhi sanksi Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) dalam sidang Komisi

Senin, 2 Maret 2026 - 20:28 WIB

Memasuki bulan Maret yang bertepatan dengan Ramadan, aktivitas mudik masyarakat meningkat. Banyak rumah tinggal

Senin, 2 Maret 2026 - 20:25 WIB

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo melakukan rotasi, mutasi, dan mutasi jabatan terhadap Perwira Tinggi

Berita Terbaru