Bali , Surya indonesia.net – Kelangkaan LPG 3 kilogram (gas melon) kembali bikin pusing warga Bali, terutama di Denpasar, Badung, dan Gianyar. Warga mengeluh kesulitan mencari tabung hijau yang mestinya jadi hak masyarakat kecil.
Atas kondisi ini, DPRD Bali memanggil Pertamina dan OPD terkait untuk rapat koordinasi di Gedung DPRD Bali, Senin (25/8/2025).
Dinas ESDM Bali menyebut banyak LPG subsidi tidak tepat sasaran. UMKM hingga usaha laundry masih kedapatan menggunakan gas subsidi, padahal itu hanya untuk rumah tangga miskin.
Pertamina mengaku hanya mengawasi sampai tingkat pangkalan, sementara isu pengoplosan gas jadi perhatian serius DPRD.
Kuota Bali tahun 2025 justru turun 5 ribu metrik ton dibanding tahun sebelumnya, padahal permintaan masyarakat terus meningkat.
Ketua Komisi III DPRD Bali, I Nyoman Suyasa menegaskan, kalau pengawasan distribusi tidak diperketat, tambahan kuota berapa pun akan tetap sia-sia. “Kalau ada pengoplosan, kuota ditambah pun tetap langka,” tegasnya.
Sementara Pertamina mengimbau masyarakat tidak panik dan membeli LPG langsung di pangkalan resmi untuk mencegah panic buying.
Pertanyaan besar pun muncul: Kenapa gas untuk rakyat kecil justru langka tiap tahun, sementara usaha besar masih leluasa pakai gas subsidi.
( red )

























