Probolinggo
SURYA
indonesi.Net
Ahad-04/10/2026
Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kabupaten Probolinggo terus mendorong penguatan pemahaman keagamaan di kalangan imam dan pengurus masjid. Salah satunya melalui workshop aktualisasi Islam Rahmatan Lil Alamin yang digelar di Masjid Jami’ Baitis Salam Desa Karanganyar Kecamatan Paiton, Minggu (4/10/2026). Kegiatan tersebut diikuti oleh tidak kurang dari 100 imam masjid dari Kecamatan Paiton, Kotaanyar dan Pakuniran. Peserta mendapatkan pemaparan mengenai profil Masjid Jami’ Baitis Salam Karanganyar oleh Ketua Takmir KH Mollabi Holili. Masjid Jami’ Baitis Salam menjadi salah satu materi yang diperkenalkan dalam kegiatan tersebut karena sebelumnya dinobatkan sebagai juara pertama dalam ajang Masjid Award 2025. Ketua DMI Kabupaten Probolinggo Moh. Barzan mengatakan workshop tersebut menjadi bagian dari program DMI Kabupaten Probolinggo dalam meningkatkan kapasitas imam sekaligus memperkuat peran masjid di tengah masyarakat. “Alhamdulillah, Pengurus Daerah Dewan Masjid Indonesia Kabupaten Probolinggo dapat menyelenggarakan kegiatan workshop aktualisasi Islam Rahmatan Lil Alamin bagi para imam masjid Kecamatan Paiton, Kotaanyar dan Pakuniran,” katanya. Imam masjid dari Kecamatan Paiton, Kotaanyar dan Pakuniran mengikuti workshop aktualisasi Islam Rahmatan Lil Alamin yang digelar DMI Kabupaten Probolinggo di Masjid Jami’ Baitis Salam Desa Karanganyar Kecamatan Paiton. Dalam kesempatan tersebut, Barzan yang juga menjadi salah satu narasumber menyampaikan pentingnya pemahaman mengenai Islam Rahmatan Lil Alamin. Ia menekankan Islam harus dipahami sebagai ajaran yang membawa keramahan, kedamaian dan keteduhan bagi seluruh golongan. “Saya sebagai salah satu narasumber juga menyampaikan kepada mereka tentang pentingnya untuk memahami Islam Rahmatan Lil Alamin, Islam yang ramah, Islam yang damai, Islam yang teduh, Islam yang menyenangkan kepada semua golongan,” jelasnya. Barzan menegaskan, pemahaman tersebut sesuai dengan ajaran Rasulullah SAW yang mengedepankan kedamaian dan keteduhan dalam kehidupan bermasyarakat. “Seperti yang diajarkan oleh Baginda Rasulullah SAW, yaitu Islam tanpa kekerasan, Islam tanpa intimidasi dan Islam yang menyejukkan kepada semuanya. Ini perlu dipahami dan kita sampaikan kepada mereka semua,” tegasnya. Lebih lanjut Barzan menegaskan kegiatan tersebut merupakan bagian dari program DMI Kabupaten Probolinggo yang dilaksanakan secara berkelanjutan di berbagai tempat. Program tersebut diarahkan pada pemberdayaan masjid, imam dan takmir, sekaligus penguatan pemahaman keagamaan masyarakat. “Ini tentu salah satu program dari Pengurus Daerah Dewan Masjid Indonesia Kabupaten Probolinggo. Kami senantiasa melaksanakan kegiatan dari satu tempat ke tempat yang lain. Fokusnya pemberdayaan masjid, pemberdayaan imam dan pemberdayaan takmir,” terangnya.
( Yib-mas )

























