Breaking News

Launching Pesantren Online Pequsah: Saatnya Orang Tua Ikut Belajar Agar Rumah Menjadi Lingkungan Pendidikan Terbaik Bagi Anak

Minggu, 7 Juni 2026 - 03:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SIDOARJO , Surya Indonesia.net – Di tengah meningkatnya kesadaran masyarakat untuk memberikan pendidikan terbaik bagi anak-anak melalui sekolah berbasis Islam, muncul sebuah pertanyaan penting yang sering luput dari perhatian: apakah lingkungan di rumah sudah sejalan dengan nilai-nilai yang diajarkan di sekola

 

Pertanyaan inilah yang menjadi salah satu latar belakang lahirnya Pesantren Online Pequsah, sebuah inovasi pendidikan Islam berbasis digital yang resmi diluncurkan hari ini. Program ini hadir sebagai solusi bagi masyarakat yang ingin memperdalam ilmu agama dan menghafal Al-Qur’an tanpa harus meninggalkan aktivitas pekerjaan maupun tanggung jawab keluarga.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Peresmian Pesantren Online Pequsah yang dilaksanakan di Tangsel, 6 Juni 2026, mengangkat fenomena yang semakin banyak dirasakan para orang tua. Tidak sedikit keluarga yang telah berinvestasi besar untuk menyekolahkan anak di lingkungan Islami, namun menghadapi tantangan ketika anak kembali ke rumah dan menemukan suasana yang berbeda dari nilai-nilai yang ditanamkan di sekolah.

“Anak hanya menghabiskan beberapa jam di sekolah, tetapi sebagian besar waktunya berada di rumah. Karena itu, rumah sesungguhnya adalah madrasah pertama dan utama. Jika sekolah mengajarkan nilai-nilai Islam, maka orang tua perlu terus belajar agar mampu menghadirkan suasana yang selaras di rumah,” ujar perwakilan Ketua Pequsah, Dr. Agung Solilhin, dalam sesi talkshow.

 

Agung menyatakan, Kondisi tersebut menjadi semakin relevan di era modern ketika banyak orang tua berada pada usia produktif dengan tingkat kesibukan yang tinggi. “Di satu sisi mereka ingin anak tumbuh dalam lingkungan yang religius, namun di sisi lain sering kali kesulitan meluangkan waktu untuk meningkatkan kapasitas diri dalam memahami dan mengamalkan nilai-nilai Islam” ujarnya.

 

“Padahal, berbagai penelitian pendidikan menunjukkan bahwa keterlibatan orang tua memiliki pengaruh besar terhadap pembentukan karakter, kebiasaan ibadah, dan kesehatan mental anak. Keteladanan yang hadir setiap hari di rumah menjadi faktor penting yang tidak dapat digantikan oleh lembaga pendidikan mana pun” Jelas Agung.

Melihat kondisi tersebut, Pesantren Online Pequsah hadir dengan pendekatan yang fleksibel dan adaptif. Melalui sistem pembelajaran daring, masyarakat dapat belajar Al-Qur’an, memperdalam ilmu agama, serta mengikuti pembinaan secara terstruktur dari mana saja dan kapan saja.

 

Lebih dari sekadar program pendidikan, Pesantren Online Pequsah membawa misi untuk memperkuat ekosistem keluarga Muslim Indonesia. Ketika orang tua terus bertumbuh dalam ilmu dan spiritualitasnya, maka rumah akan menjadi ruang yang menghadirkan ketenangan, keteladanan, serta budaya belajar yang positif bagi seluruh anggota keluarga.

 

Peluncuran Pesantren Online Pequsah juga menjadi bagian dari upaya mendukung transformasi digital pendidikan keagamaan yang saat ini terus didorong oleh Kementerian Agama Republik Indonesia. Dengan memanfaatkan teknologi, akses terhadap pendidikan Islam yang berkualitas dapat menjangkau lebih banyak masyarakat tanpa batasan ruang dan waktu.

 

Melalui langkah ini, Pequsah berharap dapat menjadi pelopor gerakan pembelajaran Islam yang tidak hanya berfokus pada anak-anak, tetapi juga mendorong para orang tua untuk terus belajar sepanjang hayat.

“Karena pada akhirnya, anak-anak tidak hanya mendengarkan apa yang diajarkan orang tua, tetapi mereka tumbuh dari apa yang mereka lihat setiap hari di rumah” ujar Agung.

 

Pequsah merupakan lembaga pendidikan Al-Qur’an yang berkomitmen menghadirkan akses pembelajaran Islam yang mudah, berkualitas, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat modern. Melalui peluncuran Pesantren Online, Pequsah berupaya menjawab tantangan zaman sekaligus memperluas kesempatan bagi masyarakat untuk belajar, menghafal, dan mengamalkan Al-Qur’an di tengah kesibukan aktivitas sehari-hari.

 

(Redho)

Berita Terkait

Satu Tahun Ditempa, 11 CPNS Lapas Tabanan Resmi Dilantik Jadi PNS
Semangat Sosial Tanpa Batas, GMPK Pasuruan Raya Terus Bergerak Bantu Warga di Kecamatan Tutur
Silaturahim LDII Gresik dengan MUI Gresik Perkuat Ukhuwah dan Sinergi Program Keumatan
Junaidi SH, Ketua PP Deli Serdang Rayakan HUT ke-44 Bersama Sahabat dan Anak Yatim Piatu
Satgas Karya Bhakti TNI AD Bersama Masyarakat Bangun Jembatan Penghubung Dua Desa
TNI AD dan Warga Laksanakan Pengecoran Fondasi Jembatan Penghubung Adang Buom–Motombang
Pembangunan Jembatan 14 Meter di Adang Buom Terus Berjalan Melalui Karya Bhakti TNI AD
Fondasi Jembatan Mulai Dicor, TNI AD Dukung Konektivitas Wilayah di Kabupaten Alor

Berita Terkait

Minggu, 7 Juni 2026 - 03:43 WIB

Satu Tahun Ditempa, 11 CPNS Lapas Tabanan Resmi Dilantik Jadi PNS

Minggu, 7 Juni 2026 - 03:41 WIB

Semangat Sosial Tanpa Batas, GMPK Pasuruan Raya Terus Bergerak Bantu Warga di Kecamatan Tutur

Minggu, 7 Juni 2026 - 03:39 WIB

Launching Pesantren Online Pequsah: Saatnya Orang Tua Ikut Belajar Agar Rumah Menjadi Lingkungan Pendidikan Terbaik Bagi Anak

Minggu, 7 Juni 2026 - 03:37 WIB

Silaturahim LDII Gresik dengan MUI Gresik Perkuat Ukhuwah dan Sinergi Program Keumatan

Minggu, 7 Juni 2026 - 03:35 WIB

Junaidi SH, Ketua PP Deli Serdang Rayakan HUT ke-44 Bersama Sahabat dan Anak Yatim Piatu

Minggu, 7 Juni 2026 - 03:30 WIB

TNI AD dan Warga Laksanakan Pengecoran Fondasi Jembatan Penghubung Adang Buom–Motombang

Minggu, 7 Juni 2026 - 03:28 WIB

Pembangunan Jembatan 14 Meter di Adang Buom Terus Berjalan Melalui Karya Bhakti TNI AD

Minggu, 7 Juni 2026 - 03:26 WIB

Fondasi Jembatan Mulai Dicor, TNI AD Dukung Konektivitas Wilayah di Kabupaten Alor

Berita Terbaru

Serba-Serbi

Satu Tahun Ditempa, 11 CPNS Lapas Tabanan Resmi Dilantik Jadi PNS

Minggu, 7 Jun 2026 - 03:43 WIB