
Lampung, Surya Indonesia.net — Upaya memperkuat karakter bangsa melalui pemahaman ajaran suci Bhagavad Gita terus dilakukan oleh Ketut Purniti, S.Ag., M.Pd.H. Melalui kegiatan edukasi dan pembinaan yang menjangkau berbagai daerah di Indonesia, ia menyampaikan materi bertajuk “Belajar Bhagavad Gita Membangun Karakter Menuju Revolusi Mental Spiritual di Era Tantangan Global.”
Kegiatan tersebut telah menjangkau sejumlah provinsi, di antaranya Sulawesi Tengah (Palu), Sulawesi Barat (Mamuju), Sulawesi Selatan (Makassar), Sulawesi Tenggara (Kendari), Nusa Tenggara Barat (Mataram), DKI Jakarta, Jawa Barat (Bogor dan Cisarua), serta wilayah Lampung yang meliputi Lampung Selatan, Lampung Timur, Lampung Utara, dan Lampung Tengah.
Dalam pemaparannya, Ketut Purniti menegaskan bahwa Bhagavad Gita tidak hanya menjadi pedoman spiritual, tetapi juga sumber nilai-nilai universal yang relevan dalam membangun karakter manusia modern. Menurutnya, tantangan global saat ini menuntut hadirnya generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki integritas, pengendalian diri, tanggung jawab, serta kesadaran spiritual yang kuat.
“Bhagavad Gita mengajarkan tanggung jawab, disiplin, kerja tanpa pamrih, kerendahan hati, hingga kepemimpinan melalui keteladanan. Nilai-nilai ini sangat penting untuk membentuk karakter yang tangguh di tengah perubahan zaman,” ujarnya.
Ia menjelaskan, ajaran Bhagavad Gita memberikan panduan praktis bagi setiap individu untuk menghadapi berbagai tantangan kehidupan. Melalui konsep Niskama Karma, misalnya, seseorang diajak bekerja dengan sungguh-sungguh tanpa terikat pada hasil, sehingga mampu menjaga keseimbangan mental dan tetap fokus pada pengabdian.
Selain itu, Bhagavad Gita juga menanamkan nilai belas kasih, toleransi, kejujuran, dan pengendalian diri. Nilai-nilai tersebut diyakini mampu memperkuat hubungan sosial, menciptakan harmoni dalam kehidupan bermasyarakat, serta membangun kepemimpinan yang berlandaskan keteladanan.
Ketut Purniti menambahkan bahwa revolusi mental spiritual yang berlandaskan ajaran Bhagavad Gita sangat relevan dalam menghadapi berbagai tantangan global, termasuk perkembangan teknologi, perubahan sosial, dan dinamika kehidupan modern yang semakin kompleks.
Melalui kegiatan edukasi yang terus dilakukan di berbagai daerah, ia berharap masyarakat Hindu, khususnya generasi muda, dapat memahami dan mengimplementasikan nilai-nilai Bhagavad Gita dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, akan lahir pribadi-pribadi yang berkarakter kuat, berakhlak mulia, serta memiliki kesadaran spiritual yang menjadi fondasi bagi kemajuan bangsa.
“Sebagaimana Arjuna memperoleh pencerahan setelah mendengarkan ajaran Sri Krsna dalam Bhagavad Gita, setiap orang juga memiliki kesempatan untuk membangun karakter unggul melalui penerapan nilai-nilai dharma dalam kehidupan sehari-hari,” tutupnya.
(Irn)

























