Breaking News

Mobil BMW Salah Parkir di Depan Shanghai Park, Mau “Didenda” 200 Juta

Sabtu, 30 Mei 2026 - 10:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nasional, Surya Indonesia.net – Insiden cekcok yang terjadi di kawasan Park Shanghai Pakuwon City pada 28 April 2026 terus menuai perhatian. Kali ini, pihak pria berinisial S akhirnya buka suara terkait kronologi sebenarnya yang disebut berbeda dengan narasi yang beredar di publik.

S, pemilik mobil BMW yang terlibat dalam persoalan tersebut, mengaku tidak mengetahui bahwa lokasi tempat dirinya berhenti merupakan area yang dilarang untuk parkir. Saat itu, ia melihat sebuah kendaraan baru saja keluar dari lokasi tersebut sehingga mengira area itu memang diperbolehkan untuk digunakan sementara.

 

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Saya masuk karena lihat ada mobil keluar dari situ. Saya pikir memang boleh dipakai parkir,” ujar S.

 

Namun yang membuat dirinya kecewa, bukan sekadar teguran soal parkir, melainkan tindakan yang dinilai berlebihan terhadap kendaraannya. S mengaku mobil BMW miliknya dipasangi cone hingga dua kali dan bahkan mengalami goresan.

 

Menurutnya, apabila memang lokasi tersebut tidak diperbolehkan untuk parkir, seharusnya pihak pengelola cukup meminta dirinya memindahkan kendaraan secara baik-baik melalui petugas keamanan.

 

“Kalau memang salah parkir, kenapa tidak dipanggil security untuk meminta pindah, Bukan malah kendaraan digores dan diperlakukan seperti itu,” tegasnya.

 

Terkait tuduhan pemukulan terhadap G selaku pemilik rumah, S dengan tegas membantah. Ia menjelaskan bahwa keributan awal justru terjadi antara tamunya yang merupakan warga negara asing dengan G setelah adanya ucapan kasar yang memancing emosi.

 

Menurut S, dirinya justru berusaha melerai pertikaian tersebut agar tidak semakin memanas.

 

“Saya malah angkat tangan sebagai tanda supaya berhenti semua. Saya tidak melakukan pemukulan,” ungkapnya.

 

Di tengah situasi ricuh tersebut, istri G berinisial F mengalami luka pada bagian pelipis hingga berdarah. Namun menurut versi pihak S, serta bukti video yang membuktikan luka itu terjadi akibat proses penarikan oleh security saat berusaha membubarkan keributan.

 

Bahkan, meskipun S tidak ikut berkelahi, namun disini ia menunjukkan itikad baik dengan bersedia menjadi mediator yakni memberikan kompensasi sebesar Rp30 juta uang dari temannya untuk membantu biaya pengobatan F.

 

Kesepakatan itu awalnya disebut telah diterima oleh G, F dan ayah dari G. Namun situasi berubah setelah ibu dari G yang baru keluar dari rumah  ikut campur dalam proses negosiasi dan meminta nilai ganti rugi jauh lebih besar.

 

“Awalnya sudah sepakat Rp30 juta untuk biaya pengobatan. Tapi kemudian berubah menjadi permintaan Rp200 juta,” ujar S.

 

Merasa mulai diarahkan seolah menjadi pihak yang sepenuhnya bersalah, S akhirnya memilih mengambil langkah hukum. Terlebih, dirinya juga mengalami kerugian akibat mobil BMW miliknya diduga digores cone dan bagian belakang kendaraan mengalami penyok akibat benturan saat keributan berlangsung.

 

Kasus tersebut kini telah dilaporkan ke Polrestabes Surabaya untuk mendapatkan kepastian hukum.

 

Di sisi lain, ibu dari G mengakui bahwa dirinya sebelumnya tidak mengetahui adanya kesepakatan damai antara anaknya, menantu dan suaminya dengan pihak S. Ia kemudian meminta pertanggungjawaban lebih besar karena menilai pihak S tetap melakukan kesalahan dengan parkir di lokasi yang tidak semestinya.

 

Namun publik kini mulai mempertanyakan apakah persoalan tersebut murni soal parkir dan keributan biasa, atau justru berkembang menjadi upaya menekan salah satu pihak dengan tuntutan fantastis hingga ratusan juta rupiah.

Sorotan juga mengarah pada profesionalitas pengamanan kawasan Park Shanghai, khususnya terkait tindakan security yang dinilai gagal meredam situasi dan justru memperkeruh konflik hingga menimbulkan korban luka dan kerusakan kendaraan.

( red)

Berita Terkait

*Blue Light Patrol Polsek Selemadeg Amankan Jalur Protokol hingga Pretima Pura*
*Polisi, Basarnas, dan Warga Bersatu Selamatkan Nelayan dari Terjangan Ombak di Pantai Yeh Gangga*
**Personel Polsek Baturiti laksanakan Strong Point pagi di Pasar Baturiti, arus lalu lintas terpantau lancar dan aman**
**Patroli Barcode Polsek Baturiti pantau wilayah rawan gangguan kamtibmas, situasi tetap aman dan kondusif**  
**Personel Polsek Baturiti laksanakan Strong Point sore, arus lalu lintas depan Pasar Baturiti terpantau lancar dan kondusif**
*Ciptakan Kenyamanan Ibadah Masyarakat, Polsek Kerambitan Atensi Kegiatan Ibadah Sholat Jumat*
*Pastikan Kompetisi Berjalan Kondusif, Polsek Kerambitan Atensi Kegiatan Spensaka Basketball Competition III Tahun 2026*  
*Jaga Kondusifitas Wilayah, Polsek Kerambitan Optimalkan Patroli Harkamtibmas* 

Berita Terkait

Sabtu, 30 Mei 2026 - 12:01 WIB

*Blue Light Patrol Polsek Selemadeg Amankan Jalur Protokol hingga Pretima Pura*

Sabtu, 30 Mei 2026 - 11:59 WIB

*Polisi, Basarnas, dan Warga Bersatu Selamatkan Nelayan dari Terjangan Ombak di Pantai Yeh Gangga*

Sabtu, 30 Mei 2026 - 11:57 WIB

**Personel Polsek Baturiti laksanakan Strong Point pagi di Pasar Baturiti, arus lalu lintas terpantau lancar dan aman**

Sabtu, 30 Mei 2026 - 11:55 WIB

**Patroli Barcode Polsek Baturiti pantau wilayah rawan gangguan kamtibmas, situasi tetap aman dan kondusif**  

Sabtu, 30 Mei 2026 - 11:42 WIB

**Personel Polsek Baturiti laksanakan Strong Point sore, arus lalu lintas depan Pasar Baturiti terpantau lancar dan kondusif**

Sabtu, 30 Mei 2026 - 11:02 WIB

*Pastikan Kompetisi Berjalan Kondusif, Polsek Kerambitan Atensi Kegiatan Spensaka Basketball Competition III Tahun 2026*  

Sabtu, 30 Mei 2026 - 11:00 WIB

*Jaga Kondusifitas Wilayah, Polsek Kerambitan Optimalkan Patroli Harkamtibmas* 

Sabtu, 30 Mei 2026 - 10:58 WIB

*Antisipasi Kemacetan dan Kecelakaan, Polsek Kerambitan Maksimalkan Kegiatan Strong Poin Khusus Pos Radio Global*

Berita Terbaru