Tabanan, Surya Indonesia.net – INFO_PAS – Warga Binaan dan petugas Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tabanan yang beragama Islam melaksanakan Sholat Id Idul Adha sebagai momentum memperkuat keimanan, menumbuhkan rasa syukur, serta menghadirkan suasana hari raya bagi Warga Binaan selama menjalani masa pidana, Rabu (27/05).
Bertempat di Aula Candra Prabhawa, pelaksanaan Sholat Id dipimpin oleh Ustadz Moh. Nurul Halim yang bertindak sebagi imam dan Ustadz Badruzzaman sebagai Khotib Sholat Idul Adha dimana mereka merupakan Penyuluh Agama Islam dari Kementerian Agama Kabupaten Tabanan.
Meski dilaksanakan secara sederhana, suasana khidmat dan penuh makna terasa sepanjang rangkaian ibadah. Melalui momentum Idul Adha, para Warga Binaan diajak mengambil hikmah tentang keikhlasan, kesabaran, serta pentingnya berserah diri kepada Allah Subhanahu wa ta’ala dalam menghadapi setiap perjalanan hidup.
Kepala Lapas Tabanan, Prawira Hadiwidjojo, menyampaikan bahwa pelaksanaan Sholat Id merupakan salah satu bentuk pemenuhan hak Warga Binaan untuk menjalankan ibadah sekaligus merayakan hari besar keagamaan.
“Walaupun berada di balik jeruji, Warga Binaan tetap memiliki hak untuk beribadah dan merasakan suasana hari raya. Melalui rasa syukur dan kedekatan kepada Allah SWT, diharapkan mereka memperoleh ketenangan batin sehingga mampu menjalani proses pembinaan dengan lebih baik,” ujar Prawira.
Sementara itu, Kepala Seksi Bimbingan Narapidana/Anak Pidana dan Kegiatan Kerja, Fatkhur Rokhman, mengajak Warga Binaan menjadikan Idul Adha sebagai ruang perenungan untuk memperkuat iman dan memperbaiki diri. “Perayaan Idul Adha hendaknya dimaknai sebagai momentum refleksi diri, memperkokoh keyakinan, dan membuka lembaran baru menuju kehidupan yang lebih baik,” jelasnya.
Salah satu Warga Binaan, Iqbal, mengaku terharu karena masih dapat melaksanakan Sholat Id. “Saya bersyukur masih bisa merayakan Idul Adha di sini. Walaupun sederhana dan jauh dari keluarga, momen ini sangat berarti bagi saya. Semoga nanti ketika bebas, saya bisa kembali berkumpul dan merayakan hari raya bersama keluarga,” ungkapnya.
Perayaan Idul Adha di lingkungan Lapas bukan hanya menghadirkan nuansa hari besar keagamaan, tetapi juga menjadi ruang untuk menumbuhkan harapan, keteguhan hati, dan kesadaran diri. Nilai keikhlasan, rasa syukur, serta penguatan spiritual yang dibangun melalui ibadah diharapkan dapat menjadi bekal penting bagi Warga Binaan dalam menata langkah menuju kehidupan yang lebih baik di masa mendatang.
(anggi)

























