Tabanan, Surya Indonesia.net – INFO_PAS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tabanan kembali menunjukkan kepedulian sosial melalui penyaluran bantuan sosial berupa paket sembako sebagai implementasi nyata 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, Jumat (22/05). Kegiatan ini menjadi wujud semangat berbagi sekaligus bentuk kehadiran Lapas Tabanan dalam merangkul keluarga Warga Binaan serta masyarakat di lingkungan sekitar.
Penyaluran bantuan menyasar keluarga Warga Binaan dan masyarakat kurang mampu di sekitar Lapas Tabanan. Mewakili Kepala Lapas, Kepala Seksi Administrasi Keamanan dan Tata Tertib, Agung Satyahardika, bersama jajaran pejabat struktural dan perwakilan petugas menyerahkan paket sembako berisi beras, gula, telur, dan minyak goreng kepada para penerima manfaat.
Agung menyampaikan bahwa Pemasyarakatan tidak hanya menjalankan fungsi pembinaan di dalam Lapas, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial untuk hadir dan memberi manfaat bagi lingkungan sekitar.
“Keberadaan Lapas juga merupakan bagian dari masyarakat. Bantuan yang kami salurkan kepada keluarga Warga Binaan maupun masyarakat sekitar menjadi upaya untuk menebar manfaat sekaligus menunjukkan bahwa Lapas Tabanan hadir membawa dampak positif bagi lingkungan,” ujar Agung.
Salah satu Warga Binaan, Komang, mengaku terharu setelah mengetahui keluarganya menjadi penerima bantuan sosial dari Lapas Tabanan. “Saat ini saya sedang menjalani pidana sehingga tidak bisa banyak membantu keluarga. Bantuan dari Lapas Tabanan membuat saya merasa lebih tenang dan menjadi motivasi untuk menjalani pembinaan dengan lebih baik,” ungkapnya.
Hal serupa disampaikan oleh Bu Wayan, warga sekitar Lapas yang turut menerima bantuan sembako. Ia menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas bantuan yang diberikan.“Terima kasih kepada Lapas Tabanan atas bantuannya. Paket sembako ini sangat berarti dan membantu kami,” ucapnya.
Bagi Lapas Tabanan, kepedulian tidak berhenti pada pelaksanaan tugas dan pelayanan semata, tetapi juga diwujudkan melalui aksi nyata yang menyentuh kehidupan masyarakat. Ketika semangat berbagi tumbuh bersama rasa empati, maka Pemasyarakatan tidak hanya hadir sebagai institusi pembinaan, tetapi juga sebagai bagian dari lingkungan yang membawa manfaat, harapan, dan kepedulian bagi sesama.
(anggi)

























