Surya Indonesia.net – Pulau Bali yang selama ini dikenal dunia sebagai destinasi wisata aman dan nyaman kini menghadapi ancaman baru. Maraknya aktivitas warga negara asing bermasalah hingga dugaan jaringan scammer internasional mulai menjadi perhatian serius aparat kepolisian.
Hal tersebut terungkap dalam kegiatan silaturahmi Kapolresta Denpasar Kombes Pol. Leonardo D. Simatupang, S.I.K., M.H. bersama awak media yang dirangkaikan dengan pemaparan 100 hari kinerja Polresta Denpasar. Dalam forum tersebut, isu keberadaan mafia asing dan aktivitas scammer di kawasan wisata Bali menjadi sorotan utama.
Kapolresta Denpasar mengungkapkan, pihaknya telah menemukan indikasi sejumlah vila dan guest house di Bali yang diduga dipersiapkan sebagai tempat aktivitas scammer dan jaringan kriminal asing. Beruntung, upaya tersebut berhasil terdeteksi lebih awal sebelum beroperasi.
“Kami menemukan indikasi adanya tempat yang digunakan untuk kegiatan scam maupun tindak kriminal lainnya. Memang masih tahap persiapan, namun berhasil kami cegah lebih dini,” ungkap Kombes Pol. Leonardo.
Pengungkapan kasus tersebut bermula dari laporan masyarakat yang kemudian ditindaklanjuti melalui pengawasan intensif aparat kewilayahan. Polresta Denpasar pun memperkuat sinergitas dengan bhabinkamtibmas, babinsa, pecalang, hingga desa adat guna memperketat pengawasan terhadap aktivitas warga asing di lingkungan permukiman maupun kawasan wisata.
Sebagai langkah antisipasi, Polresta Denpasar kini mengoptimalkan penggunaan aplikasi pendataan wisatawan asing bernama Caturwasi. Melalui sistem tersebut, seluruh pemilik vila dan guest house diminta aktif melaporkan identitas penghuni guna mempermudah pengawasan dan pelacakan apabila ditemukan aktivitas mencurigakan. “Pendataan ini sangat penting untuk mengantisipasi potensi kejahatan seperti scammer maupun jaringan kriminal asing lainnya,” jelasnya.
Kapolresta juga menyoroti masih adanya pengelola akomodasi yang hanya berorientasi pada bisnis tanpa memperhatikan aktivitas para penghuni. Padahal menurutnya, pengawasan lingkungan menjadi faktor penting dalam menjaga keamanan serta citra Bali di mata dunia internasional.
Fenomena maraknya kasus WNA bermasalah belakangan ini dinilai dapat berdampak terhadap kepercayaan wisatawan dan nama baik Bali sebagai destinasi pariwisata global. “Jangan sampai Bali dicap sebagai sarang mafia internasional. Semua pihak harus peduli dan ikut mengawasi lingkungan masing-masing,” tegas salah satu peserta forum.
Selain memperkuat pengawasan terhadap warga asing, Polresta Denpasar juga mengajak masyarakat untuk aktif melaporkan segala aktivitas mencurigakan di lingkungan sekitar. Layanan pengaduan Call Center 110 disebut tetap siaga 24 jam guna menerima laporan masyarakat secara cepat.
“Kami berharap masyarakat tidak ragu memberikan informasi. Dengan deteksi dini dan kerja sama semua pihak, potensi gangguan keamanan bisa dicegah sejak awal,” tutup Kapolresta Denpasar.
(anggi)

























