Tabanan,Surya Indonesia. Net – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tabanan melaksanakan audiensi ke Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kabupaten Tabanan guna membahas rencana pengelolaan sampah domestik di lingkungan Lapas sebagai upaya menciptakan lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan, Senin (18/05).
Audiensi yang berlangsung di Kantor DLHK Kabupaten Tabanan tersebut dilaksanakan oleh Kepala Kesatuan Pengamanan Lapas (Ka.KPLP), Nur Bagus Wahyudi bersama Kepala Seksi Bimbingan Narapidana/Anak Pidana dan Kegiatan Kerja (Kasi Binadik Giatja), Fatkhur Rokhman, yang diterima oleh perwakilan DLHK, Wayan Oka.
Dalam pertemuan tersebut dibahas peluang kerjasama pengelolaan sampah domestik sekaligus penguatan edukasi lingkungan yang melibatkan Warga Binaan secara aktif. Kegiatan ini juga diarahkan untuk meningkatkan kesadaran lingkungan bagi Warga Binaan serta mendorong pemanfaatan limbah menjadi sesuatu yang bernilai guna.
Pelaksana Harian Kepala Lapas Tabanan, Nur Bagus Wahyudi, menyampaikan bahwa kerjasama tersebut diharapkan menjadi langkah progresif dalam menciptakan lingkungan Lapas yang lebih sehat sekaligus memberikan nilai tambah bagi program pembinaan.
“Kedepannya kerjasama ini kami harapkan mampu menciptakan lingkungan Lapas yang bersih dan sehat. Tidak hanya itu, program ini juga diharapkan memberikan keterampilan baru bagi Warga Binaan melalui pengelolaan dan pemanfaatan limbah menjadi produk yang memiliki nilai guna,” jelas Nur Bagus.
Sementara itu, petugas DLHK Tabanan, Wayan Oka, menyampaikan dukungannya terhadap rencana program yang akan dikembangkan oleh Lapas Tabanan. “Program ini merupakan langkah inovatif dalam pengelolaan sampah di Kabupaten Tabanan. Dengan melibatkan Lapas, jangkauan edukasi lingkungan menjadi semakin luas sehingga pengelolaan sampah berkelanjutan juga semakin meningkat,” ungkapnya.
Bagi Lapas Tabanan, pengelolaan sampah bukan hanya soal menjaga kebersihan lingkungan, tetapi juga membuka ruang pembelajaran yang berdampak. Ketika limbah mampu diolah menjadi sesuatu yang bermanfaat, maka tumbuh pula kesadaran, keterampilan, dan cara pandang baru bahwa perubahan dapat dimulai dari hal-hal sederhana yang dikelola dengan komitmen bersama.
( red)

























