KUTA, Surya Indonesia.net – Sukacita dan suasana penuh haru mewarnai perayaan Hari Ulang Tahun ke-52 Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI) Bali yang dirangkaikan dengan ucapan syukur 1 Tahun Gedung Baru GPdI Getsemani Kuta, Rabu (13/5/2026).
Sejak pagi hari, ribuan jemaat dan tamu undangan memadati gedung gereja yang berada di kawasan strategis Kuta tersebut. Kehadiran para tokoh lintas lembaga, pejabat daerah, hingga perwakilan lintas iman semakin menambah hangat suasana perayaan.
Kegiatan diawali dengan welcome drink dan ramah tamah sebelum memasuki ibadah raya yang berlangsung penuh sukacita. Praise and worship yang dibawakan dengan nuansa modern namun khidmat membuat suasana ibadah terasa hidup dan menyentuh hati jemaat.
Firman Tuhan yang disampaikan mengangkat tema “Hidup Dengan Hati Nurani Yang Murni”, terinspirasi dari kehidupan Rasul Paulus. Pesan tersebut mengajak jemaat untuk hidup dalam ketulusan, integritas, dan kasih di tengah kehidupan bermasyarakat.
Suasana semakin mengharukan saat seluruh jemaat bersama-sama mendoakan Gembala GPdI Getsemani Kuta, Pdt. Jonathan Soeharto, S.H., M.Th., C.Med., beserta istri. Momen tersebut sekaligus menjadi ungkapan syukur atas ulang tahun ke-55 gembala sidang.
Usai ibadah, acara dilanjutkan dengan prosesi potong tumpeng sebagai simbol rasa syukur atas perjalanan GPdI Bali selama 52 tahun serta satu tahun berdirinya gedung baru GPdI Getsemani Kuta.
Potong tumpeng dilakukan bersama jajaran pimpinan GPdI Bali dan para tamu kehormatan, di antaranya Dr. Drs Putu Parwata, MK., M.M. selaku Ketua Dewan Kehormatan DPRD Badung, pengurus PGPI Bali, MPUK, HIPAKAD Bali, hingga sejumlah mitra dan tokoh lintas lembaga.
Dalam sambutannya, Putu Parwata mengapresiasi keberadaan GPdI yang dinilai aktif dalam kegiatan sosial kemasyarakatan serta mampu membangun sinergi dengan pemerintah daerah.
“GPdI menjadi salah satu contoh rumah ibadah yang mampu menghadirkan dampak positif di tengah masyarakat serta menjaga hubungan harmonis dengan berbagai pihak,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua MD GPdI Bali menyampaikan bahwa usia ke-52 menjadi momentum kedewasaan pelayanan untuk terus bertumbuh dan membawa dampak bagi masyarakat Bali.
Di kesempatan yang sama, Pdt. Jonathan Soeharto juga menyampaikan pesan toleransi yang mendapat sambutan hangat dari seluruh undangan.
Ia menegaskan bahwa keberadaan GPdI Getsemani Kuta yang berdampingan dengan masjid dan berada di depan lingkungan puri menjadi simbol nyata kehidupan toleransi di Bali.
“Ini bukan hanya tentang teori toleransi, tetapi bagaimana kita benar-benar hidup berdampingan dalam damai dan saling menghormati,” ungkapnya.
Setelah doa penutup, seluruh jemaat dan tamu undangan mengikuti sesi foto bersama dan ramah tamah dalam suasana penuh kekeluargaan.
Perayaan HUT ke-52 GPdI Bali dan 1 Tahun Gedung Baru Getsemani Kuta ini menjadi momentum penting untuk mempererat kebersamaan, memperkuat pelayanan, sekaligus meneguhkan nilai toleransi antarumat beragama di Pulau Bali.
(Irn)

























