Tabanan, Surya Indonesia. Net – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tabanan melaksanakan inspeksi mendadak (sidak) ke blok hunian Warga Binaan untuk memastikan kondisi lingkungan tetap steril, aman, dan terbebas dari barang-barang terlarang, Rabu (29/04). Sidak ini menjadi langkah antisipasi guna mencegah potensi gangguan keamanan dan ketertiban (kamtib) di dalam Lapas Tabanan.
Kegiatan penggeledahan dilaksanakan oleh jajaran pengamanan yang terdiri dari staf Kesatuan Pengamanan Lapas (KPLP), Administrasi Keamanan dan Tata Tertib, Calon Aparatur Sipil Negara, serta regu pengamanan. Pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh pada area hunian dengan tetap mengedepankan ketelitian, profesionalitas, dan prosedur yang berlaku.
Kepala Lapas Tabanan, Prawira Hadiwidjojo, menegaskan bahwa kondisi aman dan kondusif di dalam Lapas bukan hanya menjadi tanggung jawab petugas, tetapi membutuhkan peran aktif seluruh Warga Binaan. Menurutnya, suasana yang tertib akan mendukung kelancaran seluruh program pembinaan maupun pelayanan.
“Keamanan Lapas adalah tanggung jawab bersama. Kami mengajak seluruh Warga Binaan untuk ikut menjaga kondisi tetap aman dan kondusif dengan mematuhi aturan serta tata tertib yang berlaku, sehingga setiap program pembinaan dan pelayanan dapat berjalan dengan lancar,” tegas Prawira.
Sementara itu, Pelaksana Harian Kepala KPLP, Agung Satyahardika, menjelaskan bahwa sidak merupakan salah satu langkah preventif untuk mendeteksi potensi gangguan kamtib sejak dini. “Kegiatan ini kami laksanakan secara profesional dan humanis. Tujuannya bukan semata mencari pelanggaran, tetapi memastikan lingkungan hunian tetap tertib, aman, dan mendukung proses pembinaan berjalan optimal,” jelasnya.
Dalam kegiatan sidak kali ini petugas Lapas Tabanan mengamankan beberapa barang yang memang peredarannya dilarang meskipun tidak menyebakan gangguan kamtib. Hasil temuan tersebut antara lain 1 sendok besi, 1 gelas kaca, 2 penggurisan, dan 1 set kartu remi.
Bagi Lapas Tabanan, keamanan bukan sekadar ketiadaan pelanggaran, tetapi pondasi agar perubahan dapat tumbuh dengan baik. Ketika lingkungan tetap tertib dan terjaga, pembinaan memiliki ruang untuk berjalan lebih bermakna, sehingga setiap Warga Binaan memiliki kesempatan menata langkah menuju kehidupan yang lebih baik.
( red)

























