BALI – Denpasar, Surya Indonesia.net – Babinsa Desa Pemogan, Serma Budi Muhtar, menunjukkan respon cepat dan sigap saat menangani kejadian kebakaran yang melanda sebuah gudang kayu bekas yang berlokasi di Jalan Taman Pancing Timur, Desa Pemogan, Kecamatan Denpasar Selatan, pada Selasa (7/4/2026). Kejadian yang diduga akibat korsleting listrik tersebut bermula sekitar pukul 17.15 Wita.
Sesaat setelah menerima laporan dari warga, Serma Budi Muhtar langsung bergerak cepat menuju lokasi untuk melakukan koordinasi intensif dengan pihak terkait, khususnya Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) dan BPBD Kota Denpasar. Selain memastikan bantuan segera datang, Babinsa juga berupaya maksimal mengamankan area kejadian agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan serta mengatur arus lalu lintas di sekitar lokasi.
Berdasarkan keterangan dari pemilik gudang, Darmazi (47 tahun) yang juga merupakan saksi mata, api pertama kali terlihat berupa percikan di bagian atap bangunan. Api tersebut dengan sangat cepat menjalar dan membakar tumpukan kayu yang ada di dalam gudang sehingga sulit untuk dikendalikan dalam waktu singkat.
Tim pemadam kebakaran yang datang ke lokasi sempat mengalami kesulitan dalam memadamkan api karena material yang terbakar berupa kayu-kayu ringan dan tertutup tumpukan seng bekas. Hal ini membuat api sulit dijangkau, sehingga pihak berwenang akhirnya menambah jumlah armada menjadi total 7 unit mobil pemadam untuk menangani kobaran api tersebut.
Berkat kerja keras dan kerjasama seluruh pihak, api akhirnya berhasil dipadamkan sepenuhnya pada pukul 21.00 Wita. Beruntung dalam peristiwa ini tidak ada korban jiwa (nihil), namun kerugian materiil diperkirakan mencapai Rp. 300 juta. Namun habis terbakar sebagian besar stok kayu bekas serta 4 unit mesin pemotong kayu yang tersimpan di dalam gudang tersebut.
Terkait peristiwa ini, Serma Budi Muhtar dalam keterangannya, “Kami segera menuju lokasi untuk melakukan pemantauan dan berkoordinasi dengan pihak Damkar serta BPBD agar bantuan bisa segera datang. Tugas kami selain membantu pengamanan juga mengatur arus lalu lintas agar akses mobil pemadam ke lokasi tidak terhambat,” ujarnya.
Lanjut, “Alhamdulillah tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, meskipun kerugian materi cukup besar. Kami berharap kejadian serupa tidak terulang lagi dan masyarakat lebih waspada terhadap bahaya kebakaran, terutama terkait instalasi listrik,” pungkas Serma Budi Muhtar.
( red)

























