BALI – Badung, Surya Indonesia.net – Puluhan personel gabungan dari Komando Distrik Militer (Kodim) 1611/Badung dan Komando Resor Militer (Korem) 163/Wira Satya berkumpul sejak pagi untuk melaksanakan kegiatan gotong royong pembersihan sampah. Aksi nyata ini dilaksanakan di setiap harinya yang mana di mulai pukul 07.00 pagi, bertempat di dua lokasi strategis sekaligus, yaitu Pantai Kuta dan Pantai Kedonganan, Kecamatan Kuta, Kabupaten Badung. Sabtu, (04/04/26).
Kegiatan ini difokuskan pada pengumpulan dan pengangkutan sampah plastik serta kayu yang menumpuk di sepanjang garis pantai. Para prajurit bekerja secara sistematis dengan membagi tugas, mulai dari pengumpulan sampah menggunakan alat bantu seperti garu dan sapu pantai, hingga proses pengangkutan. Untuk mempercepat pekerjaan dan menangani volume sampah yang cukup banyak, digunakan pula alat berat atau loader yang membantu memindahkan tumpukan sampah ke titik pengumpulan sementara.
Proses pembersihan berjalan dengan tertib dan penuh semangat. Personel TNI menyisir area pantai dari ujung ke ujung, mengumpulkan segala jenis sampah yang ditemukan di pinggir pantai maupun yang terseret ombak. Sampah-sampah tersebut kemudian dikumpulkan di satu titik yang telah ditentukan sebelum selanjutnya diangkut menuju tempat pembuangan akhir agar tidak kembali mencemari lingkungan pesisir.
Di sisi lain, Komandan Kodim 1611/Badung, Kolonel Inf I Putu Tangkas Wiratawan, menurut keterangannya menegaskan komitmen jajarannya terhadap pelestarian lingkungan. Dalam keterangannya, ia menyatakan “bahwa pihaknya memiliki tanggung jawab besar untuk selalu menjaga kebersihan dan keindahan kawasan pantai di Bali, khususnya wilayah-wilayah yang menjadi ikon pariwisata seperti di Kecamatan Kuta,” ujar Dandim Badung.
Lebih lanjut, “kegiatan ini bukan hanya sekadar aksi bersih-bersih, tetapi juga bentuk kepedulian TNI terhadap kenyamanan masyarakat dan wisatawan,” terangnya. Dengan kondisi pantai yang bersih dan asri, diharapkan daya tarik wisata Bali semakin terjaga serta ekosistem laut dapat terpelihara dari bahaya pencemaran limbah plastik.
( red)

























