BLAHBATUH – GIANYAR, Surya Indonesia.net – Kamis (2/4/2026)
Pelaksanaan upacara Melasti Blahbatuh Tua yang berlangsung di Pantai Sukaluwih, Desa Pering dan Pantai Saba, Desa Saba, Kecamatan Blahbatuh, berjalan dengan khidmat dan penuh kebersamaan. Sejak pagi hari, ribuan krama dari enam desa di wilayah Blahbatuh telah memadati lokasi untuk mengikuti rangkaian upacara yang merupakan bagian penting dari tradisi keagamaan umat Hindu menjelang Hari Raya Nyepi.
Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh berbagai unsur pemerintahan dan tokoh masyarakat, di antaranya perwakilan Camat Blahbatuh, Kapolsek Blahbatuh Kompol Luh Putu Sri Sumartini, S.H., M.H., Danramil Blahbatuh atau yang mewakili, Penglingsir Puri Ageng Blahbatuh A.A. Ngurah Kakarsana, MDA Kecamatan Blahbatuh Cok Gede Agung Suprapta, PHDI Kecamatan Blahbatuh Mangku Nevo, para Perbekel, Bendesa Adat, serta prajuru dinas dan adat. Kehadiran sekitar 10.000 masyarakat menunjukkan tingginya antusiasme dalam menjaga tradisi leluhur.
Upacara Melasti ini dilaksanakan rutin setiap Purnama Kedasa dan diikuti oleh enam desa, yakni Desa Buruan, Desa Blahbatuh, Desa Saba, Desa Pering, Desa Bona, dan Desa Belega yang terdiri dari 28 desa adat. Dalam pelaksanaannya, Desa Pering bertanggung jawab terhadap perlengkapan prosesi upakara serta jalannya kegiatan. Rangkaian upacara diawali dengan prosesi ngaturang bakti di segara dan Pura Sukaluwih, yang dipuput oleh Ida Pedanda dari Griya Blong Desa Belega, kemudian dilanjutkan dengan persembahyangan bersama.
Untuk memastikan keamanan dan kelancaran kegiatan, Polres Gianyar bersama Polsek Blahbatuh menerjunkan sebanyak 94 personel yang bersinergi dengan pecalang di masing-masing desa adat. Pengamanan dilakukan secara terbuka dan tertutup di sepanjang jalur prosesi hingga area pantai, sehingga seluruh rangkaian Aktifitas masyarakat dapat berlangsung dengan tertib dan lancar.
Seijin Kapolres Gianyar AKBP Chandra C Kesuma, S.I.K, M.H., Kapolsek Blahbatuh Kompol Luh Putu Sri Sumartini, S.H., M.H. menerangkan bahwa kehadiran personel kepolisian merupakan bentuk pelayanan kepada masyarakat dalam memberikan rasa aman pada setiap kegiatan keagamaan. “Kami bersinergi dengan seluruh unsur terkait untuk memastikan kegiatan berjalan dengan aman dan kondusif. Astungkara seluruh rangkaian Melasti Blahbatuh Tua dapat terlaksana dengan lancar serta tetap menjaga nilai-nilai budaya dan kearifan lokal,” ujarnya.
( red)

























