Denpasar, Surya Indonesia.net – Meski Hari Raya Idul Fitri telah berlalu, suasana kebersamaan masih terasa di tengah masyarakat. Di balik itu, Satgas Pangan Polda Bali tetap menunjukkan komitmennya dengan terus bergerak melakukan inspeksi mendadak (sidak) di sejumlah titik distribusi dan penjualan bahan pokok. Rabu, (25/3/2026).
Langkah ini dilakukan sebagai tindak lanjut pengawasan guna meminimalisir potensi adanya oknum yang memanfaatkan momentum pasca hari raya dengan memainkan harga kebutuhan pokok. Dalam pelaksanaannya, Satgas Pangan Polda Bali bersinergi dengan instansi pemerintah terkait untuk memastikan stabilitas harga tetap terjaga.
Adapun komoditas yang menjadi fokus pengawasan meliputi beras, minyak goreng, telur, daging, bawang, dan cabai. Tiga lokasi strategis menjadi sasaran sidak, yakni Pasar Tradisional Kreneng Denpasar, ritel modern Tiara Dewata, serta distributor Sari Limo.
Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk kehadiran negara dalam memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat, khususnya dalam memenuhi kebutuhan bahan pokok sehari-hari. Dari hasil sidak yang dilakukan, tidak ditemukan adanya kenaikan harga yang signifikan. Seluruh harga di lokasi yang diperiksa terpantau masih sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Tak hanya melakukan pengawasan, Satgas Pangan Polda Bali juga memberikan edukasi kepada para pedagang terkait pentingnya menjaga kestabilan harga serta kualitas bahan pokok yang dijual. Pendekatan humanis ini mendapat apresiasi dari para pedagang yang merasa terbantu dan terlindungi dalam menjalankan usahanya.
Suasana harmonis yang tercipta dalam kegiatan tersebut menjadi cerminan sinergi yang baik antara aparat dan masyarakat. Hal ini diharapkan mampu mendorong terciptanya kedisiplinan para pelaku usaha sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat saat berbelanja.
Kasubdit 1 Ditreskrimsus Polda Bali AKBP William Wilman Sitorus S.I.K.,M.H., menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Polri dalam menjaga stabilitas pangan di wilayah Bali.
“Kami hadir untuk memastikan tidak ada praktik yang merugikan masyarakat. Stabilitas harga adalah kunci, dan kami mengajak seluruh pihak, termasuk para pedagang, untuk bersama-sama menjaga kondisi ini tetap kondusif,” ujarnya.
Dengan langkah berkelanjutan ini, diharapkan situasi pasar tetap stabil dan masyarakat dapat berbelanja dengan tenang, meskipun momentum hari raya telah usai.
( red)

























