Jakarta, Surya Indonesia.net – Presiden Prabowo Subianto menabuh genderang perang melawan oknum aparat nakal! Dalam dialog panas di Hambalang (22/3), Kepala Negara menegaskan komitmennya untuk merombak total wajah penegakan hukum di Indonesia, termasuk TNI dan Polri. Tidak ada lagi istilah “kebal hukum”
REFORMASI TANPA PANDANG BULU!
Prabowo menjamin tidak akan memberi toleransi sedikitpun bagi aparat yang melanggar aturan. Baginya, satu oknum berkuasa yang berbuat seenaknya bisa merusak nama baik ratusan ribu polisi dan tentara yang jujur.
“Anda bisa lihat sudah berapa jenderal, bintang 3, bintang 2 yang kita pecat, yang kita serahkan ke kejaksaan!” tegas Prabowo.!!
KESEMPATAN TERAKHIR UNTUK BERBENAH
Mantan Menhan ini memberikan ultimatum keras. Ia memberikan kesempatan bagi setiap lembaga untuk melakukan pembersihan internal terlebih dahulu. Namun, jika tidak ada perubahan nyata, Prabowo tidak akan ragu mengambil langkah drastis.
“Saya pertama ingin memberi kesempatan tiap lembaga membersihkan diri. Kamu bisa perbaiki diri enggak? Kalau (tidak), saya kasih kesempatan (terakhir)!” ujar sang Presiden.
SENTILAN PEDAS SOAL TAMBANG ILEGAL
Prabowo juga menyoroti lemahnya pengawasan di lapangan, terutama terkait praktik ilegal yang seolah “terbiar”.
“Bagaimana ada tambang ilegal Babinsa tidak tahu, Danramil tidak tahu, Kodim tidak tahu, Dandim tidak tahu?” tanya Prabowo menohok.
HUKUM ADALAH HARGA MATI
Bagi Presiden Prabowo, lembaga penegak hukum yang profesional dan berintegritas adalah syarat mutlak bagi negara yang kuat dan berhasil. The rule of law harus tegak lurus!
Apakah keberanian Prabowo memecat jenderal-jenderal bintang dua dan tiga ini akan benar-benar meruntuhkan tembok impunitas di tubuh TNI-Polri? Ataukah ini akan memicu perlawanan balik dari dalam.
( red)

























