Tabanan,Surya Indonesia. Net – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tabanan menggelar kegiatan pelatihan budaya pelayanan prima dan budaya kerja bagi seluruh jajaran pegawai, Jumat (06/03). Kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya meningkatkan kualitas layanan sekaligus memperkuat profesionalisme pegawai dalam memberikan pelayanan kepada Warga Binaan maupun masyarakat.
Bekerja sama dengan Bank Rakyat Indonesia (BRI) Kantor Cabang Tabanan, pelatihan ini menghadirkan materi terkait pentingnya membangun service mindset, meningkatkan keterampilan komunikasi, serta memperkuat kerja tim dalam lingkungan kerja. Melalui penguatan budaya kerja seperti disiplin, tanggung jawab, dan integritas, diharapkan seluruh petugas mampu menghadirkan pelayanan yang lebih responsif, humanis, dan profesional bagi para pengguna layanan.
Kepala Lapas Tabanan, Prawira Hadiwidjojo berharap kegiatan ini mampu memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kapabilitas seluruh pegawai dalam menjalankan tugas dan fungsi pelayanan.
“Melalui pelatihan ini kami berharap setiap petugas memiliki pemahaman yang lebih kuat mengenai pentingnya budaya kerja dan pelayanan prima. Ketika sikap disiplin, tanggung jawab, dan integritas menjadi kebiasaan dalam bekerja, maka kualitas pelayanan yang diberikan kepada masyarakat maupun Warga Binaan juga akan meningkat,” ujar Prawira.
Instruktur dari BRI Kantor Cabang Tabanan, Made Susila menjelaskan bahwa budaya kerja memiliki peran penting dalam membentuk kualitas pelayanan suatu organisasi. “Budaya kerja merupakan fondasi yang fundamental dalam mewujudkan pelayanan prima. Sikap dan perilaku seperti disiplin, integritas, serta tanggung jawab yang diterapkan secara konsisten akan membentuk kebiasaan kerja yang positif. Dari kebiasaan itulah lahir pelayanan yang berkualitas sehingga budaya kerja dan budaya pelayanan prima memiliki keterkaitan yang sangat erat,” jelasnya.
Salah satu peserta pelatihan, Wirna mengaku mendapatkan banyak pemahaman baru dari kegiatan tersebut. “Melalui pelatihan ini kami belajar bahwa memberikan pelayanan terbaik tidak hanya bergantung pada prosedur, tetapi juga pada sikap dan budaya kerja yang kita miliki. Dengan memiliki budaya kerja yang baik, kami dapat memberikan service excellence bagi setiap pengguna layanan,” ungkapnya.
( red)

























