Mangupura, Surya Indonesia.net – Jembatan Jalan Kutuh-Alas Arum di Kecamatan Kuta Selatan viral di media sosial karena permukaannya becek dan berlubang. Material limestone pada tanah dasar terkikis hingga muncul cekungan yang tergenang saat hujan. Menanggapi hal itu, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Badung menegaskan, jembatan penghubung Pantai Pandawa dengan Jalan Bali Cliff lingkar selatan Kuta Selatan tersebut memang belum masuk tahap pengaspalan. Pengaspalan dijadwalkan April 2026.
Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR Badung, I Putu Teddy Widnyana Putra menjelaskan, pada kontrak 2025 anggaran difokuskan untuk penyelesaian struktur utama jembatan. Sementara pekerjaan pengaspalan dipisahkan dan masuk paket 2026 dengan pagu sekitar Rp4 miliar. “Terkait Jembatan Alas Arum yang viral itu, kegiatan tahun kemarin memang dananya belum mencukupi untuk pengaspalan. Sehingga pengaspalan kita pasang di 2026 ini, kurang lebih pagunya Rp 4 miliar,” ujar Teddy, dikonfirmasi.
Dia menjelaskan, tanah dasar jembatan menggunakan limestone. Namun karena hujan deras dan kendaraan sudah melintas, terjadi pengikisan di beberapa titik hingga muncul lubang dan genangan. “Tanah dasarnya memang limestone. Karena hujan dan kendaraan sudah melintas, menyebabkan ada compang-camping akibat pengaruh air hujan,” jelas Teddy.
Sebagai langkah antisipasi, pihaknya telah menginstruksikan penyedia jasa untuk mengurug ulang bagian yang tergenang dan cekung. Lubang diisi kembali dengan limestone lalu dipadatkan agar permukaan rata. “Sudah tiang (saya, red) suruh nyervis, sudah dikerjakan juga oleh penyedia. Yang lubang-lubang dan yang isi air kita suruh isi kembali limestone, kita padatkan lagi,” tegasnya.
( red)

























