Bali, Surya Indonesia.net – Gubernur Bali Wayan Koster bergerak cepat mengamankan keberlanjutan proyek infrastruktur strategis nasional (PSN) di wilayah Pulau Dewata. Ia menjamu Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional atau Kepala Bappenas Rachmat Pambudy di Gedung Jayasabha untuk membahas nasib pembangunan jalan bebas hambatan. Pertemuan penting tersebut menjadi momentum krusial bagi masa depan konektivitas darat yang menghubungkan wilayah Bali Barat dengan pusat ekonomi Bali.
“Kami butuh kepastian keberlanjutan pembangunan jalan tol ini karena sangat penting untuk mengurai kemacetan parah pada jalur utama,” ujar Gubernur Wayan Koster saat memberikan penjelasan di Denpasar, Kamis, 12 Februari 2026, dilansir dari berbagai sumber.
Proyek Tol Gilimanuk-Mengwi memiliki bentang panjang mencapai 96,84 kilometer melintasi tiga kabupaten. Koster menekankan bahwa kehadiran jalan tol ini akan menjadi solusi permanen atas kepadatan arus kendaraan yang kian mengkhawatirkan. Pemerintah Provinsi Bali kini fokus mendorong percepatan pembebasan lahan agar konstruksi fisik dapat berjalan sesuai dengan jadwal perencanaan.
“Pihak Bappenas mengonfirmasi bahwa pembangunan Jalan Tol Gilimanuk-Mengwi sudah masuk secara resmi dalam agenda perencanaan nasional,” kata Menteri PPN Rachmat Pambudy saat menanggapi usulan Gubernur Bali tersebut.
Gubernur juga mendorong penguatan infrastruktur secara masif guna menciptakan pemerataan ekonomi di wilayah Bali Utara dan Bali Timur. Beliau memberikan perhatian khusus bagi pembangunan sarana publik di wilayah Kabupaten Buleleng, Karangasem, serta daerah agraris Tabanan. Pembangunan ini bertujuan untuk memecah konsentrasi wisatawan serta pusat bisnis agar tidak menumpuk hanya di kawasan Bali Selatan.
“Pemerintah Provinsi Bali kini fokus pada peningkatan infrastruktur di sejumlah wilayah luar selatan untuk mewujudkan pemerataan ekonomi daerah,” tutur Gubernur Wayan Koster di hadapan jajaran kementerian.
Rencana strategis lainnya mencakup peningkatan fungsi Pelabuhan Perikanan Nusantara Pengambengan yang terletak di wilayah pesisir Kabupaten Jembrana. Gubernur Koster mengusulkan perluasan kapasitas tiga pelabuhan besar lainnya yakni Pelabuhan Celukan Bawang, Amed, serta pelabuhan rakyat Kusamba. Revitalisasi ini akan mengubah peta distribusi barang dari arah Pulau Jawa menuju pusat konsumsi di seluruh wilayah Bali.
“Tujuannya agar angkutan logistik dari Jawa bisa langsung menuju pelabuhan tanpa harus membebani jalur darat tengah yang macet,” jelas Koster.
Menteri PPN Rachmat Pambudy menyatakan dukungannya secara penuh terhadap rencana besar yang Gubernur Bali paparkan dalam pertemuan tersebut. Beliau menganggap Bali sebagai cermin utama citra Indonesia di mata internasional sehingga kualitas infrastrukturnya harus mendapatkan prioritas. Pemerintah pusat berkomitmen mengucurkan anggaran strategis guna mendukung percepatan digitalisasi serta pembangunan fisik pada gerbang wisata dunia ini.
“Bali adalah wajah atau cermin Indonesia yang harus kita prioritaskan pembangunannya baik dari sisi infrastruktur darat maupun laut,” tegas Pambudy di sela kunjungan kerjanya.
( red)

























