Jembrana, Surya Indonesia.net – Balai Taman Nasional Bali Barat (TNBB) mengecam keras aksi tidak bertanggung jawab oknum masyarakat yang menjadikan pinggir Jalan Nasional Denpasar–Gilimanuk sebagai lokasi pembuangan sampah ilegal.
Ironisnya, tumpukan sampah tersebut kini mulai merangsek masuk ke kawasan hutan konservasi yang seharusnya steril dari aktivitas perusakan lingkungan.
Pantauan di lapangan menunjukkan kondisi yang memprihatinkan. Bukan hanya kantong plastik dan karung berisi limbah rumah tangga, sebuah sofa bekas bahkan ditemukan teronggok di tepi jalan, tak jauh dari Anjungan Cerdas Konservasi (ACK).
Pemandangan ini mencoreng wajah kawasan konservasi sekaligus jalur utama penghubung Bali–Jawa.
Kepala Resor Gilimanuk TNBB, Hery Kusumanegara, menegaskan bahwa persoalan sampah tersebut bukan sekadar mengganggu keindahan, tetapi sudah menjadi ancaman serius bagi ekosistem.
“Sampah plastik dan limbah kimia sangat sulit terurai. Ini mencemari tanah dan merusak siklus alami hutan. Lebih berbahaya lagi, satwa liar bisa mati jika mengonsumsi plastik,” tegasnya.
Hery mengungkapkan, pihak TNBB sebenarnya rutin melakukan aksi bersih-bersih setiap minggu serta aktif mengedukasi pelajar melalui program Visit to School. Namun, upaya tersebut kerap tak sebanding dengan perilaku sebagian masyarakat dan pengendara yang masih nekat membuang sampah sembarangan.
“Kalau kesadaran tidak tumbuh, hutan konservasi akan terus jadi korban. Ini bukan hanya tanggung jawab petugas, tapi tanggung jawab bersama,” ujarnya.
Sebagai langkah lanjutan, TNBB akan memperketat upaya pencegahan dengan menggencarkan sosialisasi, meningkatkan pengawasan, serta menambah papan peringatan di titik-titik rawan pembuangan sampah ilegal.
“Kami berharap perilaku ini segera berhenti sebelum kerusakan hutan semakin parah,” pungkas Hery.
Aksi buang sampah sembarangan di jalur Denpasar–Gilimanuk kini menjadi alarm keras bahwa ancaman terhadap hutan konservasi Bali bukan hanya datang dari alam, tetapi juga dari tangan manusia sendiri.
( red)

























