Mangupura, Surya Indonesia.net – Kasus pengeroyokan yang terjadi di simpang Traffic Light (TL) Kelurahan Kapal, Kecamatan Mengwi, Badung, pada Sabtu (31/1) dini hari menimbulkan keresahan warga. Peristiwa ini melibatkan sejumlah anak muda dan menjadi perhatian masyarakat sekitar.
Lurah Kapal, I Nyoman Adi Setiawan, membenarkan kejadian tersebut setelah mendapat konfirmasi dari kepolisian. Dia tidak menafikan, ada beberapa titik di wilayah Kelurahan Kapal yang kerap dijadikan tempat kumpul anak muda hingga dini hari. “Selama ini kami sudah monitor terus agar tidak berkembang menjadi gangguan kamtibmas,” ungkap Adi Setiawan Senin (2/2) siang.
Adi Setiawan menjelaskan, patroli malam di Kelurahan Kapal rutin dilakukan oleh Satlinmas setiap akhir pekan. Namun, luas wilayah Kelurahan Kapal yang mencapai 5,62 km² dengan 16 lingkungan ini, membuat patroli tidak bisa menjangkau semua area sekaligus. “Karena wilayah yang luas, kemungkinan saat (pengeroyokan) itu Linmas kami sedang berada di wilayah bagian utara Kapal,” beber Lurah asal Banjar Juwet, Desa/Kecamatan Abiansemal ini.
Dia juga menyebut Tim Patroli Malam Kelurahan Kapal pernah menangkap terduga pelaku balap liar pada Oktober 2025 lalu, ketika sejumlah pemuda tanpa identitas kumpul di seberang SPBU Kapal. Selain itu, Pepito Market Kapal dan TL Kelurahan Lukluk juga sering menjadi titik kumpul pemuda yang dicurigai hendak melakukan balapan liar.
Namun, beberapa kali ketika Tim Patroli Malam memergoki pemuda tidak dikenal kumpul-kumpul, mereka selalu kabur lebih dulu saat hendak didekati. “Ketika ada patroli, mereka tidak ada di titik rawan tersebut, jadinya seperti kucing-kucingan. Kalau ada 3–5 motor, langsung kabur begitu didekati,” tegasnya.
Lurah milenial ini tidak menyangkal adanya trek-trekan di wilayahnya. Namun kata dia, selama patroli, belum pernah ada yang tertangkap basah adegan trek-trekan. “Mungkin pendekatan atau penanganannya akan kami ubah sedikit,” imbuhnya.
( red)

























