Suryaindonesia.net
Majelis Alhikam Girian Bawah menggelar kegiatan penutupan rangkaian majelis taklim sebagai bagian dari persiapan menyambut bulan suci Ramadan. Kegiatan tersebut berlangsung di kediaman Ridwan Rahman yang juga difungsikan sebagai Sekretariat Majelis Alhikam Girian Bawah, pada senin malam, 2 Februari 2026, sekitar pukul 21.00 Wita.
Kegiatan ini diikuti oleh jamaah Majelis Alhikam Girian Bawah dan Kema 3, serta jamaah dari Majelis Nurul Haq Girian Bawah. Acara berlangsung tertib dan khidmat, mencerminkan suasana religius serta kebersamaan antarjamaah dalam memperkuat nilai-nilai keislaman menjelang Ramadan.
Dalam kesempatan tersebut, tausiah disampaikan oleh Al-Habib Rahmat Bil FaQih. Ia menegaskan bahwa pelaksanaan dzikir, tahlil, Ratibul Haddad, dan sholawat bukan sekadar rutinitas ibadah, melainkan momentum untuk melakukan rehat spiritual dan evaluasi diri.

Rehat spiritual dan evaluasi diri tersebut, menurutnya, menjadi bagian penting dalam menyongsong Nisfu Sya’ban serta persiapan memasuki bulan suci Ramadan agar setiap jamaah memiliki kesiapan lahir dan batin.
Menurut Al-Habib Rahmat Bil FaQih, Nisfu Sya’ban memiliki makna sebagai waktu introspeksi ruhani dan pembersihan batin. Pembacaan Surah Yasin dipahami memiliki nilai mendalam karena Yasin disebut sebagai jantung Al-Qur’an, yang diibaratkan sebagai pusat perbaikan spiritual manusia, sebagaimana jantung menjadi pusat kehidupan dalam tubuh.
Ia juga menyampaikan bahwa Al-Qur’an merupakan pedoman hidup yang utuh, di mana susunan surat dan juz di dalamnya menggambarkan perjalanan hidup manusia sejak lahir hingga dewasa.

Oleh karena itu, menjelang Ramadan, jamaah diajak untuk tetap menjaga konsistensi ibadah pribadi seperti membaca Al-Qur’an, melaksanakan sholat, serta memperbanyak dzikir dan sholawat, meskipun kegiatan majelis berjamaah memasuki masa rehat.
Menutup tausiahnya, Al-Habib Rahmat Bil FaQih mengingatkan pentingnya menanamkan akhlak Qurani dalam kehidupan sosial. Setiap manusia memiliki potensi hidayah, sehingga sikap merendahkan, mencela, atau menghardik sesama tidak dibenarkan, dengan menekankan kerendahan hati, kasih sayang, dan kelembutan sikap sebagai cerminan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari, khususnya dalam menyongsong Ramadan dengan kesiapan lahir dan batin.
Jurnalis : Sofyan Dapat

























