Breaking News

Haedar Nashir Nilai Wacana Polri di Bawah Kementerian Tak Relevan dengan Semangat Reformasi

Jumat, 30 Januari 2026 - 14:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Semarang , Surya Indonesia.net — Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Haedar Nashir menilai wacana penempatan Kepolisian Republik Indonesia (Polri) di bawah kementerian tertentu tidak relevan dengan arah reformasi nasional yang telah dijalani Indonesia sejak 1998.

Hal tersebut disampaikan Haedar usai menghadiri kegiatan di Universitas Muhammadiyah Semarang, Kamis (29/1/2026) malam.

Menurutnya, reformasi yang telah berlangsung lebih dari dua dekade justru menempatkan institusi-institusi strategis negara secara langsung di bawah Presiden.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Indonesia sudah 20 tahun lebih menjalani reformasi dengan segala risiko dan capaian pentingnya. Salah satu hasil reformasi 1998 adalah menempatkan institusi-institusi penting langsung di bawah Presiden,” ujar Haedar.

Ia menegaskan, daripada kembali mengubah struktur kelembagaan, bangsa ini seharusnya fokus pada penguatan dan konsolidasi reformasi yang sudah berjalan. Perubahan struktural dinilai berpotensi menimbulkan persoalan baru yang tidak substantif.

Muhammadiyah, lanjut Haedar, berpandangan bahwa berbagai persoalan yang muncul di institusi negara, baik Polri, TNI, maupun lembaga pemerintahan lainnya, lebih tepat diselesaikan melalui reformasi internal.

“Kalau ada masalah di Polri, TNI, atau komponen negara lainnya, lebih baik dilakukan reformasi dari dalam. Itu jauh lebih substantif,” tegasnya.

Haedar juga menilai keputusan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) yang menetapkan Polri tetap berada di bawah Presiden sejalan dengan platform dan semangat reformasi nasional sejak 1998.

Ia meyakini pandangan tersebut juga dianut oleh berbagai organisasi kemasyarakatan lainnya, yakni mendorong penguatan reformasi internal sebagai bagian dari konsolidasi demokrasi, baik di tingkat pusat maupun daerah.

“Pandangan ormas-ormas itu pada umumnya mendorong reformasi dari dalam sebagai bagian dari konsolidasi demokrasi,” pungkas Haedar.

( red)

Berita Terkait

Polres Bangli Matangkan Kesiapan Personel melalui Lat Pra Ops Keselamatan Agung 2026
Tingkatkan Kebugaran Personel, Polres Gianyar Laksanakan Olahraga Pagi di Monkey Forest
Polres Gianyar Gelar Latihan Pra Operasi Keselamatan Agung 2026
Satlantas Polres Bandara Ngurah Rai Perketat Pengamanan Arus Lalu Lintas di Terminal Domestik Jelang Akhir Pekan
Polsek Tabanan Gelar Pengaturan Lalu Lintas Pagi di Simpang Grogak demi Kenyamanan Pengguna Jalan
Sinergi Bhabinkamtibmas Desa Bajera dan Pecalang Kawal Prosesi Ngaben
Kapolsek Kediri Bersama Kanit Shabara Menghadiri Upacara 3 Bulanan
Jumat Curhat Polres Tabanan Jadi Wadah Aspirasi Warga Br. Sekartaji

Berita Terkait

Jumat, 30 Januari 2026 - 17:37 WIB

Polres Bangli Matangkan Kesiapan Personel melalui Lat Pra Ops Keselamatan Agung 2026

Jumat, 30 Januari 2026 - 17:34 WIB

Tingkatkan Kebugaran Personel, Polres Gianyar Laksanakan Olahraga Pagi di Monkey Forest

Jumat, 30 Januari 2026 - 17:32 WIB

Polres Gianyar Gelar Latihan Pra Operasi Keselamatan Agung 2026

Jumat, 30 Januari 2026 - 17:29 WIB

Satlantas Polres Bandara Ngurah Rai Perketat Pengamanan Arus Lalu Lintas di Terminal Domestik Jelang Akhir Pekan

Jumat, 30 Januari 2026 - 17:25 WIB

Sinergi Bhabinkamtibmas Desa Bajera dan Pecalang Kawal Prosesi Ngaben

Jumat, 30 Januari 2026 - 17:24 WIB

Kapolsek Kediri Bersama Kanit Shabara Menghadiri Upacara 3 Bulanan

Jumat, 30 Januari 2026 - 17:21 WIB

Jumat Curhat Polres Tabanan Jadi Wadah Aspirasi Warga Br. Sekartaji

Jumat, 30 Januari 2026 - 17:19 WIB

Bhabinkamtibmas  Desa Pesagi Bersinergi Dengan Pecalang Melaksanakan Pengamanan Giat Upacara Ngaben Massal

Berita Terbaru

Serba-Serbi

Polres Gianyar Gelar Latihan Pra Operasi Keselamatan Agung 2026

Jumat, 30 Jan 2026 - 17:32 WIB