Gianyar, Surya Indonesia.net – Kondisi jalan akses wisata di Desa Taro, Kecamatan Tegallalang, Kabupaten Gianyar, kian memprihatinkan. Jalan kabupaten yang menghubungkan tiga destinasi wisata populer, yakni Elephant Safari Park, Objek Wisata Lembu Putih, dan Semara Ratih, rusak parah dan tak kunjung mendapat perbaikan selama hampir tiga tahun terakhir.
Pantauan di lapangan menunjukkan, sebagian besar badan jalan mengalami kerusakan berat. Lapisan aspal hancur, mengelupas, dan berlubang, bahkan berubah menjadi kubangan lumpur saat musim hujan. Kondisi ini menyulitkan kendaraan roda dua maupun roda empat untuk melintas serta berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan.
Ironisnya, jalur tersebut merupakan akses vital menuju obyek wisata unggulan yang selama ini menjadi daya tarik wisatawan domestik maupun mancanegara. Kerusakan jalan dinilai berdampak langsung terhadap kenyamanan dan citra pariwisata Taro. Tak sedikit wisatawan yang mengeluhkan kondisi akses, bahkan memilih membatalkan kunjungan karena khawatir terhadap keamanan perjalanan.
Perbekel Taro I Wayan Warka, ditemui pada Senin (26/1), mengungkapkan pihaknya telah berulang kali mengajukan permohonan perbaikan kepada Pemerintah Kabupaten Gianyar. Namun hingga kini belum ada tindak lanjut yang nyata.
“Jalan ini kewenangan kabupaten, sehingga desa tidak bisa melakukan perbaikan secara langsung. Kami sudah berkali-kali mengajukan permohonan karena jalur ini sangat penting, baik bagi pariwisata maupun aktivitas masyarakat,” ujarnya.
…
Kabid Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Gianyar, Made Gede Astawiguna, mengatakan ruas jalan menuju Objek Wisata Gajah Taro merupakan upgrade dari status jalan lingkungan ke status jalan kabupaten dengan nama ruas Jalan Sangaji-Bonjaka, kurang lebih panjangnya 2,26 km, sesuai dengan Keputusan Bupati Gianyar Nomor 521/E-18/HK/2023. “Pada tahun anggaran 2023 ruas jalan tersebut mendapat penanganan sepanjang 1,70 km melalui APBD Kabupaten Gianyar. Sisa dari panjang jalan dari ruas jalan tersebut sepanjang 0,56 km akan mendapatkan penanganan di tahun 2026 dari pemeliharaan rutin jalan kabupaten,” ujarnya.
( red)

























