Kuta, Surya Indonesia.net – Abrasi kembali terjadi di kawasan Pantai Kuta. Pantauan pada Selasa (27/1), lokasi yang terdampak cukup parah berada di area pantai depan Kuta Seaview. Bahkan Pengelola Daya Tarik Wisata (DTW) Pantai Kuta menyebut, abrasi ini terjadi secara bertahap dan kembali mengikis pasir yang sebelumnya sudah sempat ditangani.
Pengelola DTW Pantai Kuta, I Nyoman Arya Arimbawa, menjelaskan bahwa abrasi di Pantai Kuta tidak terjadi secara sekaligus, tetapi perlahan-lahan. Salah satu titik yang paling parah saat ini berada di depan kantor pengelola atau kantor Satgas Pantai Kuta.
Arya Arimbawa mengatakan, di area depan Kantor Satgas sebelumnya sudah dilakukan penanganan sementara dengan cara menata kembali pasir pantai. Namun, dalam tiga hari terakhir, pasir tersebut kembali terkikis oleh air laut.
“Tiga hari lalu, pasir kembali digerus air laut itu juga merusak jaringan DSDP, hingga menimbulkan bau tidak sedap. Tapi itu sudah diperbaiki,” terangnya, Selasa siang.
Menurutnya, abrasi ini tidak hanya berdampak pada kondisi pantai, tetapi juga memengaruhi aktivitas pariwisata dan perekonomian masyarakat sekitar. “Keluhan wisatawan pasti ada. Dampaknya juga dirasakan pedagang karena tidak bisa berjualan seperti biasa,” ucapnya.
Kata Arya Arimbawa, untuk mencegah dampak yang lebih parah, terutama risiko rusaknya jalur pejalan kaki (walkway), pihak DTW bersama Desa Adat Kuta segera berkoordinasi dengan Balai Wilayah Sungai (BWS) Bali-Penida. Saat ini, BWS sedang menjalankan program Bali Beach Conservation Project (BBCP) Phase II Paket Kuta–Legian–Seminyak di sekitar Setra Kauh Desa Adat Kuta.
Dengan bantuan alat berat dari proyek BBCP tersebut, dilakukan pemasangan batu revetment untuk mengamankan pasir pantai dan mencegah pohon-pohon di sekitar pantai roboh. Namun, proses penanganan di lapangan terkadang mengalami kendala karena cuaca dan gelombang laut yang cukup tinggi.
( red)

























