Tabanan, Surya Indonesia.net – Pasca bencana alam yang terjadi di Banjar Kuwum Ancak, Desa Kuwum, Kecamatan Marga, Kabupaten Tabanan, tim gabungan kembali melaksanakan giat lanjutan pada Rabu, 21 Januari 2026. Kegiatan ini dipusatkan pada upaya pencarian dua orang korban yang diduga hanyut terbawa arus Sungai Empelan Subak Jemanik. Sejumlah pejabat daerah turut hadir langsung di lokasi, di antaranya Wakil Bupati Tabanan I Made Dirga, S.Sos., Kapolres Tabanan AKBP I Putu Bayu Pati, S.I.K., M.H., serta Dandim 1619 Tabanan Letkol Inf. Tri Juang Danar Jati.

Pukul 10.00 Wita, tim gabungan yang terdiri dari unsur TNI, Polri, Basarnas, BPBD, PMI, Pemadam Kebakaran, serta relawan lainnya melaksanakan apel kesiapan. Apel dipimpin langsung oleh Kapolres Tabanan dan Dandim 1619 Tabanan untuk membagi personel dan menentukan sektor pencarian, mulai dari titik awal di rumah korban hingga menyusuri aliran sungai ke wilayah hilir Marga sampai Kediri. Selain pencarian di sungai, sebagian personel juga melakukan pembersihan material dan penyedotan air kolam di sekitar rumah korban.
Pencarian dilakukan secara bertahap dengan pembagian regu di beberapa titik strategis. Regu pertama dan kedua menyisir aliran sungai sejauh beberapa kilometer, sementara tim Basarnas dan SAR Polda Bali melanjutkan penyisiran hingga wilayah Banjar Denuma, Desa Kukuh. Pada siang hingga sore hari, pencarian kembali dilanjutkan oleh tim gabungan dari berbagai unsur dengan menyusuri aliran sungai dari Pura Anyaran ke arah utara, namun hingga sore hari korban belum berhasil ditemukan.
Menjelang sore, dilaksanakan konsolidasi di lokasi kejadian yang dipimpin oleh Kabag Ops Polres Tabanan Kompol I Made Tama, S.H., M.H. Hasil konsolidasi menyepakati bahwa pencarian sementara dihentikan dan akan dilanjutkan kembali pada Kamis, 22 Januari 2026 mulai pukul 07.00 Wita. Aparat berharap dengan kerja sama lintas instansi dan dukungan masyarakat, korban dapat segera ditemukan.
( red)

























