BALI – Badung,Surya Indonesia. Net – Apel Kesiapan Pengamanan VVIP dalam rangka kunjungan transit Presiden Republik Demokratik Timor Leste (RDTL) H.E. Dr. Jose Ramos-Horta beserta rombongan telah dilaksanakan secara resmi di Lapangan Kompi A Yonif 900/SBW, Jl. Raya Tuban No. 85X, Kelurahan Tuban, Kecamatan Kuta, Kabupaten Badung. Kegiatan ini menjadi langkah penting untuk memastikan kelancaran dan keamanan selama kedatangan hingga keberangkatan tamu negara di Provinsi Bali. Senin, (19/01/2026).
Pelaksanaan apel dipimpin langsung oleh Pasilat Korem 163/Wira Satya, Mayor Inf Kadek Sudarma. Personel yang terlibat merupakan gabungan dari berbagai satuan tugas terkait, antara lain Intelrem 163/Wira Satya, Lanud I Gusti Ngurah Rai, Kodim 1611/Badung, Denpom IX-3/Denpasar, Yonif 741/GN, dan Polres Bandara. Keikutsertaan berbagai elemen ini menunjukkan kerja sama sinergis dalam menyelenggarakan pengamanan skala VVIP.
Tujuan utama dari apel kesiapan ini adalah memastikan seluruh personel dan satuan tugas pengamanan VVIP siap secara maksimal untuk melaksanakan tugas yang diberikan. Setiap peserta apel diberikan pemahaman terkait alur kerja, koordinasi antar satuan, serta pembagian tugas yang jelas agar tidak terjadi tumpang tindih atau kekosongan dalam pengamanan.
Agenda kunjungan transit Presiden RDTL beserta rombongan telah ditetapkan dengan jelas. Mereka akan tiba di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai menggunakan pesawat Aero Dili. Setelah kedatangan, rombongan akan menuju Ruang VVIP Bandara untuk melaksanakan free program sebelum kemudian melakukan keberangkatan menuju Jakarta.
Pelaksanaan apel gelar pasukan pengamanan VVIP juga bertujuan memastikan setiap personel memahami tugas pokok dan fungsi sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) pengamanan VVIP. Hal ini menjadi dasar utama untuk menjamin keamanan serta keselamatan Presiden RDTL dan rombongannya selama berada di wilayah Provinsi Bali.
Kendati demikian, pelaksanaan apel deteksi dini dan pencegahan dini terhadap segala bentuk ancaman sabotase maupun gangguan keamanan lainnya perlu dilakukan. Semua pihak berkomitmen untuk menciptakan situasi yang aman, tertib, dan kondusif guna mendukung kelancaran seluruh rangkaian aktivitas selama kunjungan transit tersebut.
( red)

























