Denpasar, Surya Indonesia.net (16 Januari 2026)— Persatuan Intelegensia Kristen Indonesia (PIKI) Pusat mengingatkan pentingnya menjaga lingkungan, keseimbangan alam, dan jati diri Bali agar tidak merusak citra positif Bali yang selama ini dikenal dunia.
Hal tersebut disampaikan Ketua PIKI Pusat, Dr. Badikenita Br. Sitepu, dalam Perayaan Natal dan Refleksi Awal Tahun PIKI Daerah Bali yang digelar di Gereja GKPB Kristus Kasih, Denpasar.
“Jangan merusak Bali yang sudah memiliki image yang sangat baik di mata dunia. Menjaga lingkungan, keseimbangan alam, serta mewaspadai dampak perubahan iklim adalah hal yang sangat penting,” tegasnya.
PIKI menyoroti sejumlah persoalan strategis di Bali, mulai dari pengelolaan sampah, kemacetan, banjir dan kerusakan lingkungan akibat alih fungsi lahan, over-tourism, hingga menyusutnya lahan pertanian. Selain itu, PIKI juga memberi perhatian serius terhadap tingginya angka bunuh diri, meningkatnya perceraian, serta tekanan sosial yang berdampak pada kesehatan mental masyarakat.
Dr. Badikenita juga mengingatkan dampak masuknya budaya asing tanpa kontrol. Menurutnya, hal tersebut berpotensi mendorong pergaulan bebas, penyalahgunaan narkoba, hingga penjajahan ekonomi, termasuk semakin berkurangnya kepemilikan lahan oleh masyarakat Bali sendiri.
Sementara itu, Ketua PIKI Provinsi Bali, Pdt. I Ketut Eddy Cahyana, M.Th., berharap seruan ini dapat menjadi perhatian seluruh pemangku kepentingan.
“Kami ingin berpartisipasi dan berkontribusi aktif menjaga Bali, baik dari sisi ekonomi, ekosistem, sosial, maupun budaya, agar Bali tetap lestari sebagai warisan bagi generasi mendatang,” ujarnya.
PIKI menegaskan komitmennya untuk menjadi mitra strategis sekaligus kritis bagi pemerintah daerah dan seluruh pihak dalam mewujudkan Bali yang berkelanjutan, berkeadaban, dan bermartabat.
(Irn)

























