PADANG | SURYA INDONESIA || – Para peserta vaksin servik merasa dirugikan oleh pelaksana program vaksin servik di Rumah Sakit M Djamil Padang.
Hal ini disampaikan oleh para peserta vaksin kepada tim awak media, pada Minggu (28/12/2025).
Liza yang didampingi Siska, Lisa, Fitri dan beberapa peserta lainnya mengatakan, “pembayaran terakhir belum dibayarkan sebanyak Rp 500 ribu, yang mana di dalam kontrak harus sudah dibayarkan kepada kami pada November 2025 kemarin,” katanya.
“Hingga saat ini Bulan Desember 2025 kami belum juga mendapatkan informasi kapan akan dibayarkannya,” katanya.
Namun informasi terbaru yang mereka dapatkan dari kader Riani, bahwa pihak pelaksana untuk pembayaran terakhir ini sebesar Rp 500.000 tidak disanggupi oleh sponsor, dan hanya akan memberi apresiasi senilai 100ribu ditambah piagam.
Adapun program vaksin servik ini dilaksanakan awalnya dua tahun yang lalu, tepatnya pada Desember 2023 di rumah sakit M Djamil Padang yang disponsori oleh China.
Nilai total kontrak pihak pelaksana dengan para peserta vaksin masing – masing sebesar Rp 5.500.000 yang dibayarkan secara bertahap, yakni :
1. 950.000
2. 250.000
3. 250.000
4. 500.000
5. 250.000
6. 250.000
7. 500.000
8. 250.000
9. 700.000
10. 600.000
11. 500.000
Total : 5.000.000
Sisa yang belum dibayarkan Rp 500.000
Diketahui bahwa para peserta vaksin ini awalnya diajak oleh kader Riani untuk ikut program vaksin servik di RS M Djamil Padang. Setelah itu para peserta menanda tangani kontrak bermaterai dalam jangka waktu 2 tahun dengan biaya 5.5 juta.
Setelah itu pada akhir tahun 2023, para peserta ini disuntik vaksin dan diberi uang masing – masing 1juta rupiah sesuai dengan kontrak. Lalu setiap tiga bulan sekali para peserta ini melakukan kontrol dan ambil darah dan diberi uang lagi 400 ribu.
Suntik kedua dilakukan pada pertengahan tahun 2024 dan diberi uang 800 ribu. Ada juga mengambil sampel darah sekitar 3x diberi lagi uang 400ribu. Setelah dijumlahkan maka total yang dibayarkan hanya 5juta, masih tersisa 500ribu rupiah.
Ketika hal ini dikonfirmasikan oleh tim awak media kepada salah seorang pelaksana Nurul Hadi tidak menjawab konfirmasi melalui nomor whatsap pribadinya.
Lalu tim awak media mencoba konfirmasi kepada pelaksana yang lain yaitu Lauria melalui nomor whatsap pribadinya menyampaikan, “ketua penelitian berusaha menghubungi sponsor untuk melanjutkan pembicaraannya, menunggu pertemuan selanjut,” ujarnya.
Lauria menyebut, “saya koordinasi kader, jadi semua tim lagi menunggu ya kak, bagaimana kelanjutan kegiatan ini, jangan hilang buku kakak ya kak,” sebutnya.
Lebih lanjut Lauria menjelaskan, “untuk keterangan resminya dari humasnya aja bu, saya tidak ada di dalam struktur organisasi kegiatan vaksin, tidak valid berita ibu, katanya akan diadakan zoom perihal ini, saya menunggu jadwalnya. Kondisi saya lagi di luar kota sekarang tidak bisa datang langsung ke M Djamil,” jelasnya. (Tim)

























